Prabowo Ungkap Pencak Silat Pernah Dilarang Penjajah dan Jadi Simbol Perlawanan Bangsa
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan sejarah panjang bangsa Indonesia yang kerap menjadi sasaran penjajahan akibat kekayaan alam Nusantara. Prabowo sekaligus menyoroti peran pencak silat sebagai simbol perlawanan rakyat.
Hal itu diungkapkan Prabowo dalam sambutannya saat pembukaan Munas ke-16 Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di JCC, Jakarta, Sabtu (11/4/2026).
Baca Juga
Presiden Prabowo Minta Maaf Belum Berhasil Bawa Pencak Silat ke Olimpiade
Menurut Prabowo, sejak ratusan tahun lalu Indonesia telah menjadi incaran berbagai bangsa asing, mulai dari Spanyol, Portugis, Prancis, Inggris, hingga Jepang. Mereka datang silih berganti ke Nusantara karena menginginkan kekayaan alam Nusantara.
“Kita pernah diganggu ratusan tahun. Ratusan tahun silih berganti diganggu karena Nusantara sangat-sangat kaya. Dari dulu sampai sekarang kita sangat kaya. Bukan kita yang datang ke mereka, tapi mereka yang datang ke kita,” kata Prabowo.
Prabowo menilai, karakter bangsa Indonesia yang ramah dan terbuka turut menjadi salah satu faktor yang membuat bangsa lain betah berlama-lama di Tanah Air.
“Kita ini bangsa yang ramah. Kita terima mereka dengan baik. Iya kan? Karena itu sifat kita. Di desa-desa, di mana-mana, hampir semua suku kalau datang tamu, ‘Mangga, mangga pinarak (silakan mampir).’ Kita tidak punya beras, pinjam tetangga supaya kita bisa kasih makan tamu,” sebutnya.
Kendati demikian, sikap keterbukaan tersebut justru kerap dimanfaatkan oleh bangsa-bangsa lain. Pada akhirnya kondisi ini memaksa bangsa Indonesia untuk melakukan perlawanan ketika penjajahan berlangsung berkepanjangan.
“Yang repot yang datang itu, ‘Lihat kok bangsa ini baik banget ya.’ Enggak mau pulang-pulang, terpaksa kita harus usir, harus melawan mereka,” tegas Prabowo.
Dalam konteks tersebut, Prabowo menyoroti bagaimana pencak silat pernah dilarang oleh penjajah karena dianggap sebagai bagian dari kekuatan perlawanan rakyat.
“Waktu itu pencak silat dilarang. Tidak boleh belajar pencak silat. Akhirnya pencak silat dilatih malam-malam oleh guru-guru kita. Malam-malam di bukit-bukit, di gunung-gunung, di surau-surau, kan begitu,” ungkap dia.
Baca Juga
Prabowo: Pencak Silat Cermin Karakter Bangsa, Pendekar Harus Rendah Hati dan Bela Kebenaran
Dia menambahkan, kondisi tersebut membuat pencak silat sempat dianggap sebagai “olahraga kampung” karena berkembang secara tersembunyi di wilayah pedesaan, jauh dari pengawasan penjajah di kota.
“Makanya pencak silat itu sempat dianggap olahraga kampung karena penjajah di kota melarang. Jadi yang belajar pencak silat ya dari desa, dari kampung, dari gunung. Latihannya diam-diam, ilmunya diam-diam. Banyak ilmu yang enggak boleh dilihat,” ucap Prabowo.

