Kembali Bermain Setelah 200 Hari Cedera, Ismael Bennacer Mengaku Bahagia
MILAN, investortrust.id – Ismael Bennacer mengaku Bahagia setelah kembali dari cedera. Pemain asal Aljazair itu berterima kasih kepada AC Milan yang membantunya pulih dari masalah kesehatan.
Ismael Bennacer absen selama lebih dari 200 hari setelah mengalami cedera lutut serius pada leg pertama semifinal Liga Champions musim lalu melawan Inter Milan, 10 Mei 2022. Pertandingan pertamanya terjadi saat melawan Frosinone, beberapa hari lalu.
Ismael Bennacer adalah pemain kunci dalam skuad Milan asuhan Stefano Pioli. Jadi, kembalinya dia ke lapangan sangat dinantikan para penggemar. Dia diperkirakan akan mencapai kebugaran penuh dalam beberapa minggu mendatang.
Menurut Ismael Bennacer, kembali bermain setelah lama cedera sangat menyenangkan. “Ketika saya masuk lapangan, saya lupa bulan-bulan ini. Suasana dan para penggemar, ketika saya mendengarnya, membuat saya bersemangat dan membuat saya melupakan bulan-bulan kerja keras ini,” ujar Ismael Bennacer, dilansir Sport Mediaset.
Baca Juga
Puas dengan Performa Matteo Darmian, Inter Milan Ajukan Perpanjangan Kontrak
“Ini tidak selalu mudah. Ada hari-hari yang sangat, sangat sulit. Tapi, ini adalah bagian dari pekerjaan ini. Saya bekerja keras untuk kembali, saya melakukannya dengan sangat baik, mengatur waktu dengan baik. Saya sangat bangga karena saya telah belajar banyak hal dalam beberapa bulan ini,” ungkap Ismael Bennacer.
Pemain berusia 26 tahun itu berbicara jujur mengenai kondisinya saat ini. “Saya ingin menambahkan kualitas saya ke tim, memberikan semua yang saya bisa. Saya belum memiliki kecepatannya. Saya belum 100%. Tapi, itu akan segera terjadi,” tambah Ismael Bennacer.
Setelah sembuh, Ismael Bennacer cukup optimistis dengan peluang AC Milan di Serie A musim ini. “Kami sangat fokus pada musim ini. Kami sedikit terlambat. Tapi, musim masih Panjang. Jadi, kami sangat fokus pada pertandingan berikutnya. Lalu, kita lihat sisanya,” pungkas Ismael Bennacer.
Baca Juga
Soal Raphael Varane Jarang Main, Patrice Evra Kritik Keras Erik ten Hag

