Haus pada Anak Kerap Terlambat Muncul, Orang Tua Harus Waspada
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Air memegang peran penting bagi tubuh manusia, terutama bagi anak terutama bagi anak yang lebih dari 75% komposisi tubuhnya adalah air. Selama ini orang tua perhatian pada makanan dan komposisinya, namun sering lupa bahwa air sebenarnya termasuk komponen zat gizi makro yang dibutuhkan tubuh.
"Rasa haus pada anak cenderung delay atau terlambat saat tubuh sudah mulai kekurangan cairan, sehingga penting untuk minum air secara teratur dan tanpa menunggu haus," kata ahli nutrisi dr. Diah Prasmapti Yunianingtias, M.Nutr.Diet, Sp.GK dalam acara edukasi hidrasi sehat yang digelar Aqua bersama The Asian Parent di RS Premiere Bintaro, Jakarta, seperti dikutip Senin (8/12/2025).
Diah mengatakan, air membantu mengatur suhu tubuh, membuang zat sisa, menjaga fungsi kognitif, hingga mendukung pembentukan sel baru untuk tumbuh kembang anak. Bahkan energi, imunitas, dan mood anak pun sangat dipengaruhi oleh kecukupan cairan. Ketika anak tampak cranky, lemas, atau sulit fokus, salah satu penyebabnya bisa jadi kurang minum.
"Untuk itu, orang tua perlu memberi contoh, mengajarkan, dan mengingatkan pentingnya hidrasi sehat setiap hari agar seluruh anggota keluarga tercukupi kebutuhan cairannya sesuai usia dan aktivitas" kata dia.
Baca Juga
Anti Haus! KAI Sediakan Water Station di Seluruh Stasiun LRT Jabodebek
Kebutuhan air minum setiap individu dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya usia, aktivitas, suhu, kelembaban udara, cuaca, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, secara umum, kebutuhan minum untuk anak-anak usia 4-6 tahun adalah 1,2 liter per hari, anak usia 7-12 tahun sekitar 1,5 liter per hari, dan di atas usia 12 tahun kebutuhan minum sama dengan orang dewasa yaitu 2 liter per hari atau setara 8 gelas ukuran 250 ml. Pada kondisi khusus, seperti hamil dan menyusui, kebutuhan air meningkat, yaitu 2,1 liter untuk ibu hamil bahkan 2,5 liter untuk ibu menyusui.
Sementara itu, saat cuaca panas, dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan air dengan minimal mengonsumsi 2,5–3 liter air minum per harinya untuk menghindari dehidrasi.
Marketing Director Aqua Adisti Nirmala menjelaskan, acara ini untuk mendukung para ibu dalam menentukan pilihan terbaik bagi keluarga, termasuk dalam memilih air minum berkualitas untuk mendukung kebutuhan hidrasi sehat seluruh anggota keluarga termasuk anak.
"Kami memahami bahwa orang tua, terutama ibu, memegang peran penting di tengah keluarga, mulai menjadi sumber informasi terpercaya, serta menanamkan kebiasaan cukup minum setiap hari dengan memberikan contoh nyata," kata dia.
Menurutnya, sering kali pemilihan air dianggap sepele dan seluruh air dianggap memiliki kualitas yang sama saja. Padahal kualitas air sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. "Kami mendorong para ibu untuk lebih teliti dalam memilih air minum yang jelas rekam jejaknya, diproduksi secara higienis dan aman,” kata dia.
Baca Juga
AQUA Elektronik Cetak Lonjakan Penjualan Hampir 200% di Tengah Lesunya Daya Beli
Nutrition Design & Hydration Science Research and Innovation Aqua, dr. Tria Rosemiarti, Dipl in Nutrition, MKK menambahkan, selain kecukupan air yang diminum, orang tua juga perlu memperhatikan kualitas air yang diminum oleh anak. "Anak-anak sepenuhnya bergantung pada orang tua untuk memilih apa yang mereka konsumsi, sehingga penting bagi keluarga untuk berinvestasi pada air minum yang benar-benar berkualitas," kata dia.
Air minum yang berkualitas bukan hanya tidak berbau atau tidak berwarna, tetapi juga harus 100% aman dari cemaran fisik, patogen, dan zat kimia berbahaya. Air yang terlihat jernih belum tentu bersih dan aman, karena kontaminasi sering kali tidak dapat dilihat atau dirasakan.
Dinda Hauw, selebriti berbakat sekaligus ibu dua orang anak, pun berbagi pengalamannya, “Jadi ibu itu memang sekolahnya seumur hidup, selalu ada hal-hal baru yang perlu kita pelajari sebagai ibu, karena keluarga bergantung sama kita, terutama anak-anak, termasuk soal hidrasi sehat," kata dia.

