Ada Masalah Apa? Pemilik Liverpool Batalkan Investasi di Getafe
Poin Penting
|
LIVERPOOL, investortrust.id – Pemilik Liverpool Fenway Sports Group (FSG) menghentikan negosiasi pembelian klub La Liga Getafe. Proses uji tuntas yang berlangsung panjang menunjukkan biaya akuisisi serta pembatasan finansial di sepak bola Spanyol terlalu berat bagi grup bisnis asal Amerika Serikat itu.
Getafe menjadi salah satu incaran investor karena reputasinya sebagai klub yang tertata rapi, menghasilkan talenta muda, serta memiliki rekam jejak pengembangan pemain seperti Emiliano Buendia, Alvaro Morata, hingga Christantus Uche.
Di sisi lain, FSG adalah grup bisnis yang berkomitmen membangun jaringan multiklub dengan Liverpool sebagai pusatnya. FSG didirikan pada 2001 oleh John W. Henry dan Tom Werner. Mereka memiliki keterkaitan langsung dengan Liverpool sejak 2010. Selain Liverpool, portofolio FSG mencakup Boston Red Sox, Pittsburgh Penguins, serta bisnis di industri televisi kabel, golf, dan NASCAR.
Baca Juga
Tinggal 90 Menit Lagi, Sejarah Piala Dunia di Depan Mata Erling Haaland
Dalam periode kepemilikan FSG, Liverpool meraih dua gelar Liga Premier, tiga Piala Liga, satu Piala FA, satu Liga Champions, serta satu Piala Dunia Antarklub. Itu capaian yang menegaskan stabilitas dan keberhasilan model bisnis mereka sejauh ini.
🚨 Fenway Sports Group, el gran conglomerado deportivo multinacional estadounidense que es dueño, entre otros clubes, del Liverpool, se retira de la compra del Getafe. ¿Cuáles son las razones de este giro? 👇 pic.twitter.com/LMM6QCiX5n
— MARCA (@marca) November 13, 2025
Kini, sejak Michael Edwards kembali menjabat sebagai CEO sepak bola pada Maret 2024, strategi ekspansi menjadi salah satu fokus utama. Edwards bahkan menyebut komitmen klub mengeksplorasi akuisisi tambahan sebagai alasan utama dirinya kembali ke Anfield.
Dalam 18 bulan terakhir, Direktur Teknik FSG Julian Ward juga aktif mengevaluasi berbagai peluang lain. Klub Prancis Bordeaux serta Malaga dari Spanyol sempat masuk radar. Tapi, mereka kemudian mengalihkannya ke Getafe.
FSG kemudian berdiskusi intensif dengan pemilik Getafe, Angel Torres, terkait rencana pengambilalihan klub secara bertahap. Negosiasi awal berlangsung lancar karena Getafe tidak menghalangi keinginan FSG.
Namun, setelah menilai total beban finansial dan regulasi ketat yang mengikat klub berpendapatan kecil, FSG memutuskan mundur dari negosiasi. FSG menilai, investasi di Getafe tidak menguntungkan, meski Angel Torres sempat menurunkan valuasi Getafe.
Awalnya, Angel Torres meminta £160 juta (Rp3,7 triliun) untuk mejual Getafe ke FSG. Angka itu kemudian ditawar FSG karena menilainya terlalu tinggi. Akibatnya, dia menurunkan harganya menjadi £100 juta (Rp2,3 triliun).
Meski harganya sudah diturunkan signifikan, FSG masih keberatan. Berdasarkan studi yang mereka lakukan FSG, membeli Getafe dengan jumlah sebesar itu ternyata tidak akan menguntungkan. “Suatu hari nanti saya akan menjualnya, tapi itu masih lama,” kata Angel Torres, dilansir Marca.
Baca Juga
Kegagalan Play-off 2018 dan 2022 Bayangi Italia Menuju Piala Dunia 2026
Liverpool owner Fenway Sports Group (FSG) has ended its interest in buying La Liga club Getafe.
— The Athletic | Football (@TheAthleticFC) November 13, 2025
More from @JamesPearceLFC https://t.co/FHKVharYMl

