Kisah Sagamu, Kota di Nigeria yang Aktivitasnya Terhenti Saat Anthony Joshua Naik Ring
LAGOS, investortrust.id – Pertemuan Anthony Joshua vs Francis Ngannou di Kingdom Arena Riyadh, Sabtu (9/3/2024) dini hari WIB, ibarat pertarungan dua putra terbaik Afrika. Jika Francis Ngannou berasal dari Kamerun, Anthony Joshua memiliki darah Nigeria yang sangat kental.
Pertarungan ada dalam “garis keturunan” Anthony Joshua, menurut sepupunya Raymond Ajakaye, yang tinggal di Sagamu, Nigeria. Itu merupakan rumah leluhur keluarga besar Anthony Joshua.
Aktivitas di kota ini akan terhenti ketika ribuan orang berkumpul menonton pemutaran khusus kontes tinju kelas berat Anthony Joshua vs Francis Ngannou. “Itu terjadi dalam keluarga. Kami semua adalah orang-orang tangguh, mulai dari kakek saya, paman saya, dan ayahnya,” ujar Raymond Ajakaye kepada BBC Sport Africa.
Baca Juga
Cerita Dibalik Foto Viral Anthony Joshua, Tyson Fury, Francis Ngannou, dan Cristiano Ronaldo
“Kami berjuang melalui banyak hal. Dari sinilah saya pikir dia mendapatkan bakat (tinju) itu,” tambah Raymond Ajakaye.
Terletak dekat Lagos, di barat daya Nigeria, Sagamu memiliki populasi sekitar setengah juta orang. Seperti negara ini secara keseluruhan, populasi tersebut cenderung berada pada rentang usia yang lebih muda. Artinya, banyak anak muda yang menemukan inspirasi dari warisan keluarga Anthony Joshua dan kesuksesannya di atas ring.
Begitu besar pengaruhnya, kota ini memiliki klub penggemar Anthony Joshua sendiri, dengan ribuan pengikut di media sosial. Ada pula sebuah jalan yang telah diganti namanya untuk menghormati juara Olimpiade berusia 34 tahun dan juara dunia kelas berat dua kali itu.
“Jalan tersebut bernama Cinema Road selama bertahun-tahun. Tapi, diubah oleh pemerintah sebagai pengakuan atas pencapaiannya (Anthony Joshua). Kami memiliki kantor yang didirikan di sini untuk menjadi tempat pertemuan bagi semua penggemarnya,” ujar Raymond Ajakaye.
Anthony Oluwafemi Olaseni Joshua lahir di Inggris pada Oktober 1989 dari ibu Nigeria dan ayah keturunan Nigeria-Irlandia. Meski membela bendera Inggris, Anthony Joshua tidak pernah melupakan Nigeria.
Anthony Joshua menghabiskan sebagian tahun awalnya di Nigeria sebagai siswa sekolah berasrama di Mayflower School di Ikenne. Setelah orang tuanya bercerai ketika dia berusia 12 tahun, dia kembali ke Inggris pada pertengahan Kelas Tujuh untuk bergabung dengan Sekolah Menengah Kings Langley.
Tumbuh di Meriden Estate di Garston, Hertfordshire, dia dipanggil Femi oleh teman-teman dan mantan gurunya, karena nama tengahnya, Oluwafemi. Dia unggul dalam sepak bola dan atletik dan memecahkan rekor 100 m di Kelas Sembilan sekolahnya dengan waktu 11,6 detik.
Setiap Anthony Joshua bertarung, Balai Kota Sagamu menampilkan layar raksasa yang bisa disaksikan warga secara gratis. Ribuan orang biasanya hadir dengan tertip dan meneriakkan nama Anthony Joshua berkali-kali.
Anthony Joshua sering mengunjungi kota itu. Terakhir kali tiga tahun lalu ketika kota itu dibuka kembali setelah pandemi Covid-19. “Kami semua memiliki hubungan yang kuat, meski kami jarang bertemu dan kepulangannya jarang terjadi karena kariernya,” jelas Raymond Ajakaye.
“Dia adalah anak yang penuh rasa hormat dan dia dibesarkan dengan baik, menghormati orang yang lebih tua,” tambah Raymond Ajakaye.
Saat Anthony Joshua memasuki ring untuk pertarungan, Sagamu ikut bersolek. Presiden Klub Penggemar Anthony Joshua di Sagamu, Kayode Segun-Okeowo, mengatakan sudah menjadi tradisi bagi kota tersebut untuk menyemangati putra terbaiknya.
“Klub ini didirikan pada 2016 dan kami memiliki basis penggemar yang besar untuk Anthony Joshua di sini. Kami telah menyelenggarakan acara menonton langsung untuk sebagian besar pertarungannya dan menyelenggarakan pesta kemenangan untuknya,” kata Kayode Segun-Okeowo.
“Harapan saya untuk pertarungan berikutnya adalah positif. Anthony Joshua telah mengalahkan petinju yang lebih baik. Saya tidak melihat dia (Francis Ngannou) akan mengalahkan petinju kami Anthony Joshua,” pungkas Kayode Segun-Okeowo.
Baca Juga

