STiR Education dan Bakti Barito Catat Literasi Siswa Indonesia Naik 16,4%
JAKARTA, investortrust.id - STiR Education (STiR) bersama Yayasan Bakti Barito (Bakti Barito) mengumumkan hasil evaluasi independen yang mencatat peningkatan literasi siswa Indonesia sebesar 16,4%. Evaluasi ini merupakan bagian dari Program STiR (Sistem Pendidikan Terpadu untuk Inovasi dan Karakter).
Program yang bertujuan meningkatkan motivasi guru dan pembelajaran siswa ini terbukti mampu menghasilkan dampak signifikan di lapangan. Hasil evaluasi dilakukan oleh tim independen Deloitte dan ditinjau oleh Profesor Nishith Prakash dari Northeastern University Amerika Serikat (AS).
Prakash mengungkapkan, hasil evaluasi di Indonesia menunjukkan tanda-tanda yang jelas dan menggembirakan, yang menjadi cerminan bahwa program ini berjalan efektif. Dengan berfokus pada motivasi guru dan sistem pembelajaran, tampaknya menciptakan perubahan yang berarti dalam praktik pembelajaran di kelas.
“Ini adalah model yang menjanjikan untuk perbaikan sistem skala besar,” ujarnya, dalam konferensi pers peluncuran Impact Evaluation Report Indonesia Results 2025, di Jakarta, Kamis (12/6/2025).
Baca Juga
Investor Kripto Indonesia Tembus 14 Jutaan, Literasi Masih Jadi Tugas Utama
Ada sejumlah temuan dalam evaluasi tersebut, antara lain, peningkatan 16,4% literasi siswa di sekolah mitra dibandingkan sekolah non mitra, 42,3% siswa melaporkan hubungan sosial yang lebih erat dengan teman sebaya, 15,7% siswa menunjukkan peningkatan sikap proaktif.
Lalu, program ini juga memberikan social return on investment (SRoI) sebesar Rp 6,88 untuk setiap 1 poundsterling yang diinvestasikan, juga biaya pelatihan guru hanya Rp 16.300 per anak setiap tahunnya yang menjadikan ini sebagai solusi pendidikan berkelanjutan dan terjangkau.
Baca Juga
Sementara itu, Direktur Eksekutif Program STiR di Indonesia Yoin Nurdiansyah mengatakan, pendekatan ini menekankan pentingnya peran guru dan kepemimpinan pendidikan daerah.
“Evaluasi ini meyakinkan kami bahwa ketika kami mendukung guru untuk menghidupkan kembali motivasi intrinsik mereka dan melibatkan dinas pendidikan, kami dapat mengkatalisis perubahan yang mendalam dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan,” katanya.
Dampak dari program ini juga terlihat dalam laporan daerah di Kabupaten Lumajang misalnya, indikator dalam laporan Rapor Pendidikan mengalami perubahan dari status kuning ke hijau. Baik Kota Kediri maupun Kabupaten Lumajang juga telah membentuk kelompok kerja untuk menyelaraskan pelaksanaan program dengan prioritas daerah dan nasional.
Direktur Yayasan Bakti Barito Dian A Purbasari menyatakan, dengan menjalin kemitraan bersama STiR Education, pihaknya memilih untuk tidak membuat sistem baru, melainkan memanfaatkan sistem yang sudah ada serta memberikan solusi berbiaya rendah dengan dampak yang terukur.

