Berbaju Baru Saat Lebaran, Ladang Cuan di Tanah Abang hingga Bazar
JAKARTA, investortrust.id – Bulan Ramadan membawa keberkahan bagi banyak pedagang, tak hanya takjil namun juga busana muslim yang laris manis. Di Pasar Tanah Abang misalnya, Salsabilla (27) penjual baju gamis mengatakan, tokonya kebanjiran pesanan bahkan sejak awal tahun.
“Target market kalau grosiran itu orang butik dan supplier, mereka sudah ambil sejak 2-3 bulan sebelum Lebaran. Kalau ritel memang ramainya sekarang-sekarang ini,” ucapnya kepada Investortrust di tokonya yang berada di lantai LG Metro Tanah Abang, Jakarta, baru-baru ini.
Sejak dulu, Pasar Tanah Abang memang kerap menjadi pilihan favorit penduduk Jakarta dan sekitarnya untuk membeli pakaian terutama jelang Lebaran. Sebagai salah satu pasar grosir terbesar di Asia Tenggara, Pasar Tanah Abang menyediakan berbagai pilihan mode baju muslim.
Pemilik merek fesyen muslim Iluna ini, memang menjual gamis secara grosiran, minimal 4 pieces. Pelawak Elly Sugigi bahkan menjadi salah satu langganannya. Untuk baju gamis, bila tahun lalu warna sage menjadi tren tahun ini menurut Salsabilla yang ramai digemari adalah warna-warna soft. “Untuk satu seri isi 4 pieces. Harga grosir range Rp 150 sampai 210 ribu, tergantung model dan bahan,” ujar Salsabilla.
Meski banyak pedagang mengeluhkan penurunan transaksi tahun ini, ia justru mengalami peningkatan. Selain dari Jakarta, pelanggannya berasal dari berbagai kota seperti Makassar dan Lampung. “Kalau orang-orang bilang menurun, Alhamdulillah kalau saya naik sedikit dibanding tahun lalu,” kata perempuan yang baru dua tahun berdagang gamis ini.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Baca Juga
Ia pun memperkirakan kenaikan omzet di Ramadan tahun ini bisa sampai 15%. Selain lewat toko, ia memasarkan barang dagangannya melalui sosial media seperti TikTok dan Instagram. Soal pembayaran belanja online ia mengarahkannya melalui transfer perbankan.
“Kalau Lebaran bisa sampai Rp 50 jutaan per hari, kalau hari biasa setengahnya,” ucapnya yang kini memiliki 30 karyawan di konveksinya di Kawasan Meruya, Jakarta Barat.
Namun sayangnya untuk layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) kebanyakan toko-toko di lantai tersebut belum menyediakannya. Kata Salsabilla hal itu karena jaringan sinyal yang kurang bagus, tapi ia mengaku sangat tertarik untuk menyediakan QRIS.
Apalagi sekarang semua pembeli rata-rata pasti menanyakan apakah bisa membayar menggunakan QRIS. Adapun permintaan QRIS BRI di Kawasan Tanah Abang menurut informasi sudah mengalami peningkatan sejak tiga bulan sebelum Lebaran.
BRILiaN Fest
Tak hanya di Tanah Abang, di bazar BRILiaN Fest yang digelar 17-21 Maret 2025 di kantor pusat BRI, pekan lalu, busana muslim juga menjadi salah satu yang dilirik. Misalnya saja di booth Chicori dan Mandja Ivan Gunawan.
Pemilik butik hijab dan juga pengrajin hampers Chicori Cici Wijayanti (42) mengatakan, usaha hampers mukena miliknya selalu kebanjiran permintaan, bahkan omsetnya bisa tiga kali lipat dari hari biasa.
“Kalau hari biasa omzet Rp 20 juta, momentum Ramadan dan sepekan jelang Lebaran bisa tembus Rp 40 juta per hari,” ucapnya.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Hijab yang dijualnya dibandrol mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 175.000. Kemudian dalam memasarkan produknya, UMKM binaan BRI ini masih mengandalkan penjualan online dan ikut berbagai bazar. Untuk pembayarannya pun ia mengandalkan layanan QRIS.
Lebih lanjut guna menggenjot usaha mukena dan hijab produk rumahan miliknya, dirinya terbuka untuk menjadi target binaan dalam Rumah BUMN BRI agar bisa naik kelas dan mendapatkan pendampingan melalui bussiness matching.
Di bazar yang sama, penjual baju gamis dari Mandjha Ivan Gunawan, Siska Pertiwi, mengungkapkan beberapa koleksi gamis best seller mereka sudah habis terjual bahkan sejak Januari lalu. "Model Elberta dan Elizabeth itu ludes terjual saat kami membuka pre order di awal tahun. Banyak pelanggan yang langsung memborong untuk persiapan Lebaran," katanya.
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Gamis-gamis premium ini dibanderol dengan harga mulai dari Rp 1.699.000 hingga Rp 2.999.000 per item. Meski tergolong dalam kategori harga menengah ke atas, permintaan tetap tinggi. Bahkan omzetnya untuk toko di outlet Bekasi menurutnya bisa capai Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar per bulan di masa Ramadan. Ini naik dua hingga tiga kali lipat dibanding bulan-bulan biasanya.
Selebgram Bunda Corla mengatakan, ia membeli baju gamis Mandjha by Ivan Gunawan karena kesannya elegan. “Ini juga memberikan kesan yang langsing,” ucap pemilik nama asli Cynthia Corla Pricillia dilansir dari Instagram Mandjha.
Perancang busana Ivan Gunawan untuk informasi merilis koleksi Lebaran terbaru Mandjha, yang kental dengan sentuhan modern vintage. Koleksi Lebaran 2025 dari Mandjha, yang bertema "Kingdom of Love" ini lebih tepatnya memadukan nuansa klasik dengan sentuhan modern, yang mencerminkan keanggunan ala aristokrasi Eropa abad pertengahan.
Foto: Dok. BRI
Corporate Secretary BRI Agustya Hendy Bernadi mengungkapkan bahwa BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam memberikan apresiasi kepada Insan BRILiaN dan nasabah setia BRI.
“Sebagai bentuk apresiasi kepada nasabah, BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H menghadirkan total 82 tenant yang seluruhnya merupakan nasabah BRI dengan berbagai ragam produk,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (20/3/2025).
BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H juga menghadirkan promo spesial berupa cashback hingga Rp 200 ribu untuk transaksi menggunakan super apps BRImo. BRImo merupakan aplikasi mobile banking BRI dan keuangan digital BRI untuk kemudahan transaksi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga
Gelar BRILiaN Fest Ramadhan 1446 H, BRI Tawarkan Promo Menarik dan Sembako Murah bagi Masyarakat
Foto: Investortrust/Lona Olavia
Faktor Pendorong Inflasi
Tidak hanya sebatas pangan dan biaya transportasi, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar menyatakan, peningkatan konsumsi pakaian dan alas kaki juga menjadi kontribusi dalam inflasi di bulan Ramadan.
"Ternyata komoditas-komoditas inilah yang mengalami kenaikan harga atau mengalami inflasi secara bulanan. Ini diidentikan dengan memang adanya kebutuhan yang lebih banyak dibandingkan dengan bulan-bulan biasanya," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025, Rabu (26/3/2025).
Lebih lanjut, Amalia menjelaskan komoditas lain yang berkontribusi dalam inflasi menjelang Lebaran adalah mukena, kerudung, sarung, hingga sandal.
Jika dirinci BPS mencatat inflasi tertinggi pada komoditas mukena yang angkanya mencapai 1,35% month to month (mtm) pada April 2024 atau Lebaran tahun lalu. Disusul, celana panjang jins anak sebesar 1,15% mtm dan baju anak setelan dengan inflasi sebesar 0,94% mtm.
Data BPS juga menunjukkan, inflasi yang terjadi pada sarung sebesar 0,91% mtm, baju muslim pria 0,86% mtm, sandal anak 0,83% mtm, dan blus wanita 0,82% mtm.
Amalia kembali menegaskan bahwa selama Lebaran, kebutuhan untuk membeli pakaian batu memang relatif besar.

