Pasukan Diplomasi Kemanusiaan Indonesia Perkuat Dukungan untuk Palestina
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia di bawah koordinasi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama dengan lembaga-lembaga filantropi nasional meluncurkan kampanye Indonesia untuk Palestina pada tanggal 26 Februari 2025. Dalam kampanye bersama ini, Dompet Dhuafa ditunjuk sebagai sekretariatnya.
Sebagai langkah selanjutnya dalam memperkuat solidaritas dan aksi kemanusiaan untuk Palestina, Dompet Dhuafa mengundang berbagai lembaga amil zakat dan organisasi masyarakat sipil kemanusiaan Indonesia dalam Silaturrahim dan Iftar Jama'i Lembaga Amil Zakat dan Organisasi Masyarakat Sipil Kemanusiaan Indonesia untuk Palestina di Philanthropy Building, Jakarta, Rabu (26/3/2025).
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam membangun strategi dukungan bagi masyarakat Gaza di tengah situasi yang makin memburuk pasca berakhirnya gencatan senjata pada 18 Maret 2025.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini mengungkapkan, berdasarkan peninjauan Tim Kemanusiaan Dompet Dhuafa di Palestina, perkembangan situasi di Palestina kembali ke titik gelap. Menurut Ahmad, setelah gencatan senjata berakhir, Israel kembali melancarkan serangan bom secara intensif setelah sebelumnya memperketat blokade yang menghambat masuknya bantuan kemanusiaan.
"Ribuan warga sipil kembali menjadi korban, sementara dunia internasional tampak tidak mampu menghentikan eskalasi kekerasan yang terjadi," ujar Ahmad.
Ahmad Juwaini menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga zakat, organisasi kemanusiaan, dan pemerintah dalam memberikan bantuan yang efektif bagi masyarakat Gaza. Ia menyoroti pesan Wamenlu Muhammad Anis Matta, yang mengatakan bahwa para lembaga kemanusiaan ini akan dibentuk sebagai “Pasukan Diplomasi Kemanusiaan” di kancah internasional.
Lebih lanjut, Ahmad juga menyampaikan bahwa Dompet Dhuafa ditunjuk sebagai sekretariat NGO Indonesia untuk Palestina dengan beberapa fungsi utama, yaitu sebagai pusat data dan informasi NGO Indonesia yang membantu Palestina, melakukan kampanye dan penggalangan dana bersama untuk membantu Palestina, memfasilitasi koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antar NGO untuk mendukung Palestina, memfasilitasi terjadinya dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam membantu Palestina, dan memperlancar dan mempercepat proses penyampaian bantuan untuk Palestina.
“Sinergi antara lembaga filantropi menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan baik dan memberikan dampak nyata bagi saudara-saudara kita di Palestina,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri RI Ahrul Tsani Faturahman membeberkan bahwa pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung perjuangan Palestina. Ia juga menekankan perlunya tindak lanjut secara konkret dari sekretariat NGO Indonesia untuk Palestina.
"Pemerintah Indonesia, melalui kerja sama dengan berbagai mitra strategis, berupaya untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya dalam bentuk darurat tetapi juga bersifat jangka panjang agar mampu membantu pemulihan masyarakat Gaza yang terkena dampak," kata Ahrul.
Sebagai tambahan informasi, pertemuan ini dihadiri oleh lebih dari 50 perwakilan dari berbagai lembaga zakat dan organisasi kemanusiaan di Indonesia. Dalam sesi diskusi yang berlangsung, para peserta dari lintas lembaga membahas berbagai tantangan yang dihadapi dalam menyalurkan bantuan ke Gaza serta solusi yang dapat diambil untuk meningkatkan efektivitas program bantuan.
Diskusi ini mencakup beberapa poin utama, seperti strategi optimalisasi bantuan dalam kondisi blokade, upaya diplomasi kemanusiaan untuk mempermudah akses bantuan ke wilayah konflik, serta pemanfaatan teknologi dalam mempercepat distribusi bantuan. Selain itu, dibahas pula pentingnya peran masyarakat Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina melalui donasi, edukasi, dan kampanye kesadaran di media sosial.

