Scentible, Kelembutannya Merambah ke Negeri Kincir Angin
JAKARTA, investortrust.id – Di tengah tantangan pandemi Covid-19, Wanda Evans memulai bisnis perawatan kulitnya saat suami dan dua anaknya mengalami masalah kulit kering. Bertekad untuk menemukan solusi, perempuan kelahiran Bandung, 23 Maret 1974 itu memulai perjalanan dengan belajar secara otodidak.
Ia mempelajari cara membuat sabun alami dari sumber daring dan konsultasi dengan para ahli. Kini PT Scentible Natural Indonesia dengan merek Scentible telah menyusun beragam pilihan produk perawatan kulit alami, termasuk sabun, sampo, kondisioner, losion, minyak tubuh, garam mandi, dan deodoran.
Yang membedakan Scentible adalah komitmennya untuk menggunakan bahan-bahan yang bersumber secara eksklusif dari tumbuhan, mineral, dan sumber alami lainnya, sehingga secara efektif menghilangkan bahan kimia sintetis dari formulanya. Serta yang pasti membuat tubuh menjadi lembut.
“Kami menghadirkan berbagai produk perawatan kulit alami yang dibuat secara handmade dan sebisa mungkin ramah lingkungan. Produk kami hadir dengan warna-warna natural tanpa tambahan pewarna sintetis,” ujar Founder Scentible tersebut kepada Investortrust, di BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di International Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang belum lama ini.
Baca Juga
Seru-seruan Bareng BRImo di Festival Ramadan Terbesar Ibu Kota
Karena menghindari penggunaan plastik untuk mengemas, Wanda melanjutkan, hampir semua produknya berbentuk padat.
Dari sekian banyak produk, yang menjadi best seller adalah body oil dan shampoo bar. Body oil Scentible dibuat dari bahan-bahan alami seperti jojoba oil dan virgin oil, yang memiliki keunggulan cepat meresap ke kulit tanpa rasa lengket. Sementara itu, sampo batangan tersedia dalam empat varian yang disesuaikan dengan kebutuhan rambut pengguna.
“Shampoo bar ini bisa menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan karena tanpa kemasan plastik, dan tentunya lebih praktis untuk dibawa bepergian,” tambahnya.
Scentible juga menghadirkan produk parfum oil multi purpose yang dapat digunakan sebagai pewangi tubuh. Parfum oil ini berbasis essential oil murni, sehingga memiliki aroma yang tahan sekitar 2-3 jam.
Untuk harga, produk Scentible memiliki rentang harga yang terjangkau. Misalnya, sampo batang travel size Rp 25.000, sabun alami Rp 75.000, parfum travel size (5ml) Rp 80.000, dan lilin aromaterapi (150g) Rp 150.000.
Lala, pembeli menilai produk yang ditawarkan Scentible cukup menarik, khususnya bagi ia yang suka berpergian. Ia saat itu mencoba membeli parfum travel size. "Wangi rempahnya enak dan tahan lama, di baju juga tidak kuning ini," ujarnya.
Baca Juga
Diberdayakan BRI, UMKM Papua Global Spices Eksis di Pasar Internasional
Sumber: Instagram/Scent.ible
Rencana Ekspansi dan Ekspor
Sejak berdiri pada 2020, Scentible kini tengah bersiap untuk merambah pasar ekspor. Saat ini, produk-produknya telah mengantongi sertifikasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), yang sebelumnya menjadi kendala dalam menjajaki pasar internasional.
“Tahun lalu, kami sudah melakukan bussiness matching dengan Belanda. Namun, karena sertifikasi BPOM belum selesai, proses ekspor belum bisa dilakukan. Sekarang, setelah sertifikasi BPOM rampung, kami siap melanjutkan rencana ekspor ke sana,” ucap ibu dua anak tersebut.
Dalam upaya memperluas pasar, Scentible sejak tahun 2023 mendapat dukungan dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dalam hal business matching dan pencarian pasar internasional yang sesuai dengan kategori produk natural skincare.
“BRI sangat membantu dalam menemukan pasar potensial untuk produk-produk alami seperti ini. Mereka memberikan panduan negara mana yang cocok untuk ekspor, serta strategi pemasarannya,” tambahnya.
Sumber: Instagram/Scent.ible
Saat ini, Scentible masih menjalankan bisnisnya sebagai home industry tanpa memiliki outlet fisik. Namun, pelanggan dapat membeli produk langsung dari studionya yang berlokasi di Taman Patra, Kuningan, Jakarta. Studio ini juga berfungsi sebagai tempat workshop bagi pelanggan yang ingin belajar membuat produk natural skincare sendiri.
“Sebelumnya, kami sempat menitipkan produk di beberapa toko lokal dan di Bali. Namun, karena sertifikasi BPOM baru keluar Januari lalu, saya belum percaya diri untuk memasukkan produk ke lebih banyak outlet. Ke depan, kami berencana untuk memperluas distribusi,” ungkap alumnus Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan tersebut.
Dalam hal pendanaan, Scentible kata Wanda membuka peluang untuk memanfaatkan pendanaan melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna mendukung ekspansi bisnisnya. Apalagi, bisnis perawatan kulit alami memiliki peluang yang menjanjikan karena semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya perawatan kulit alami.
KUR BRI
BRI untuk informasi, terus mengakselerasi penyaluran kredit kepada segmen UMKM di Indonesia. Sepanjang tahun 2024, BRI berhasil menyalurkan KUR sebesar Rp 184,98 triliun, menjadikannya yang tertinggi di antara perbankan nasional lainnya. Penyaluran KUR BRI mampu menjangkau lebih dari 4 juta pelaku UMKM di seluruh wilayah Indonesia dan memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Foto: Dok. BRI
Direktur Utama BRI Sunarso menjelaskan bahwa pihaknya menyadari pentingnya peran UMKM dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Oleh karena itu, BRI terus mengakselerasi penyaluran KUR untuk memastikan bahwa pelaku UMKM di berbagai pelosok negeri mendapatkan akses modal yang mereka butuhkan untuk bangkit dan berkembang," imbuhnya.
BRI tidak hanya memberikan akses pembiayaan yang inklusif melalui KUR, tetapi juga mendukung pelaku usaha melalui pendampingan dan edukasi. BRI aktif memberikan pelatihan manajemen keuangan, pengembangan usaha, serta strategi digitalisasi untuk memperkuat daya saing pelaku UMKM di era ekonomi digital.
Dengan demikian, para penerima KUR tidak hanya mendapatkan pembiayaan, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengelola usaha secara lebih profesional dan berkelanjutan.

