Ada Masalah Apa? Pembalap WorldSBK Wajib Masuk Pit Stop Saat GP Australia
PHILLIP ISLAND, investortrust.id – Akan ada perubahan yang dilakukan WorldSBK dan WorldSSP pada seri perdana di Australia pada 23-25 Februari 2024. Dorna WSBK Organization (DWO) resmi mengumumkan para pembalap WorldSBK dan WorldSSP diwajibkan melakukan pit stop dalam semua balapan utama di Negeri Kanguru.
Phillip Island akan menggelar WorldSBK dan WorldSSP pada akhir pekan ini dengan aspal yang baru. Ternyata, itu cukup abrasif dan akan membuat ban cepat aus dalam jarak berkendara yang Panjang. Ini membahayakan para pembalap.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, Direktur Teknis Federasi Balap Motor Internasional (FIM) bersama Race Direction, pengelola Sirkuit Phillip Island, dan DWO mengambil keputusan penting.
Ada dua kebijakan penting yang diambil untuk mencegah terjadinya hal negatif saat balapan. Pertama, Race 1 dan Race 2 kelas WorldSBK yang tadinya berdurasi 22 laps, dikurangi menjadi 20 laps. Sementara Superpole Race tetap digelar sepanjang 10 laps. Lalu, Race 1 dan Race 2 kelas WorldSSP tetap berdurasi 18 laps.
Baca Juga
Red Bull Pastikan Max Verstappen Tetap Setia Hingga Kontraknya Berakhir
Kedua, para pembalap wajibnya pit stop untuk mengganti ban belakang bagi WorldSBK dan WorldSSP. Itu dilakukan di Race 1 maupun Race 2. Pelaksanaan pit stop ini dijalankan dengan aturan flag-to-flag, yang biasanya diberlakukan ketika hujan mengguyur balapan.
Lalu, setiap pembalap dari kedua kelas juga mendapatkan tambahan dua set ban. Tapi, pit stop ini dilarang dilakukan semua pembalap dan tim peserta. Pasalnya, ban belakang WorldSBK tak boleh digunakan lebih dari 11 laps. Sementara ban belakang WorldSSP tak boleh digunakan lebih dari 10 laps.
Menurut Direktur Eksekutif WorldSBK Gregorio Lavilla, aspal baru Phillip Island memiliki kualitas yang sangat baik. Tapi, mengingat ban yang digunakan akhir pekan ini sudah dikirimkan sejak akhir tahun lalu, maka tak ada penyesuaian ban lama Pirelli dengan aspal baru sirkuit.
“Mengingat semua ban dikirimkan pada akhir November (2023) agar bisa dipakai pada seri pembuka, tak ada waktu yang cukup untuk mengembangkan ban yang spesifik untuk disesuaikan dengan kondisi trek yang ada sekarang,” ujar Gregorio Lavilla, di situs resmi WorldSBK.
“Kami mengamati situasi ini dengan hati-hati, mengingat adanya aktivitas trek seusai aspalnya diaplikasikan dan ada dua hari tes yang digelar awal pekan ini. Meski kondisi jelas akan membaik, ada kemungkinan kemajuannya tidak akan cukup, terutama mempertimbangkan layout sirkuit yang menantang dan beritme cepat,” pungkas Gregorio Lavilla.
Baca Juga
Jatuh di Lusail Saat Tes Pramusim MotoGP 2024, Marc Marquez Beri Penjelasan

