Ikut Bidding Piala Dunia 2034 dengan Negara Mana? Ini Kata PSSI
JAKARTA, investortrust.id – Keputusan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) memilih mendukung Arab Saudi dibanding mendorong ASEAN ikut bidding Piala Dunia 2034 tidak membuat PSSI pusing. Lembaga pimpinan Erick Thohir itu memastikan Indonesia sedang mempertimbangkan sejumlah negera untuk diajak ikut serta bidding.
FIFA secara tegas telah menyatakan dalam keputusannya bahwa Piala Dunia 2034 akan diselenggarakan di Asia atau Oceania.
Keputusan lembaga pimpinan Gianni Infantino mendapatkan sambutan positif dari anggota-anggota Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) dan Konfederasi Sepak Bola Oceania (OFC). Beberapa negara langsung merespons dengan mengajukan diri sebagai penyelenggara pesta sepak bola terbesar di bumi.
Sejauh ini baru Arab Saudi yang sudah resmi mengajukan diri. Sementara yang tertarik adalah ASEAN, China, Australia-Selandia Baru, serta Kazakhstan-Uzbekistan-Turkmenistan-Tajikistan.
Khusus ASEAN, wacana ini sebenarnya sudah lama. Bahkan, dalam KTT ASEAN 2019, para pemimpin negara Asia Tenggara sempat membicarakannya. Pemimpin dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, hingga Kamboja sempat membicarakan kemungkinan hal tersebut.
Baca Juga
Aneh! Terbuka Opsi Piala Dunia 2034 ASEAN, Malaysia Justru Dukung Arab Saudi
Tapi, beberapa hari lalu FAM justru mengeluarkan pengumuman yang mengejutkan. Mereka mendukung Arab Saudi. Mereka mengesampingkan opsi Piala Dunia ASEAN. Mereka juga tidak merespons ajakan Piala Dunia Australia-Selandia Baru-Malaysia-Singapura yang diajukan Asosiasi Sepak Bola Australia (FFA).
Lalu, apa tanggapan PSSI? “Kita berharap tentu ada event besar di Indonesia, salah satunya sekarang yang para media tengah pantau, tentang bidding Piala Dunia 2034. Ini menjadi pembicaraan serius,” ujar Ketua Umum PSSI Erick Thohir.
“Tentu, Indonesia siap menjadi kandidat. Kami mempelajari hal-hal yang bisa disiapkan untuk saling mendukung. Perjalanan bidding ini diawali pada 2017, ketika itu negara-negara Asia Tenggara berbicara untuk jadi tuan rumah bersama. Lalu, pada 2019 ada pembicaraan Indonesia dengan Australia,” ungkap Erick Thohir.
Segala opsi sedang coba digali. Pasalnya, dengan Piala Dunia yang membengkak pesertanya, tidak mungkin sebuah negara menggelar sendirian. Bahkan, negara kaya seperti Arab Saudi atau China didorong FIFA untuk bisa menyelenggarakan Piala Dunia bersama-sama dengan negara tetangganya.
“Jadi, opsinya ada kita dengan Australia dan Selandia Baru. Ada opsi lain dengan Australia dan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Opsi-opsi ini masih kami buka,” beber Erick Thohir.
Baca Juga
Protes Piala Dunia 2030 di 6 Negara 3 Benua, Begini Respons Gareth Southgate

