Dituduh Eksploitasi Pekerja dalam Renovasi Camp Nou, Barcelona Beri Klarifikasi
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Presiden Institusional Barcelona Elena Fort secara terbuka menyangkal bahwa pekerja yang melakukan pekerjaan renovasi di Camp Nou dieksploitasi.
Sebuah film dokumenter baru-baru ini dirilis yang menunjukkan wawancara dengan beberapa pekerja. Satu-satunya pekerja aktif yang berbicara secara anonim menyatakan bahwa mereka menderita pelecehan di tempat kerja, termasuk bekerja terlalu keras dan dibayar secara ilegal.
“Tidak. Ini sama kategorisnya dengan no. Tidak ada pekerja yang menderita pelanggaran ketenagakerjaan,” ujar Elena Fort kepada El Periodico.
“Jika kami punya keluhan, kami akan bertindak. Jelas sekali. Mereka seharusnya mengajukan keluhan ke El Periodico (media yang menayangkan video). Tapi, tidak ada keluhan yang diajukan ke klub. Kantor Standar Ketenagakerjaan juga belum membuka kasus. Juga belum ada apa pun yang terdeteksi dalam proses internal kami yang menunjukkan adanya ketidakberesan apa pun,” ungkap Elena Fort.
Keluhan lainnya adalah kondisi di sekitar lokasi pembangunan yang tidak aman. Elena Fort juga membantah hal tersebut.
“Mereka telah menjalani tiga kali inspeksi mendadak oleh Kantor Standar Ketenagakerjaan, yang merupakan jumlah yang jauh lebih tinggi dibandingkan pekerjaan mana pun dengan karakteristik ini dalam lima bulan terakhir. Dan, inspeksi tersebut telah menentukan beberapa jenis kebutuhan untuk memperbaiki masalah kecil. Saya pikir itu hanyalah masalah yang sangat kecil,” beber Elena Fort.
Baca Juga
Giovani Lo Celso Jadi Opsi Calon Pengganti Gavi di Lini Tengah Barcelona
Khusus mengenai masalah gaji, Elena Fort mengatakan Barcelona sedang menyelidiki masalah ini. Tapi, dia mengaku melakukan kelalaian dan bukannya sengaja melakukan perlakuan buruk.
“Saya tidak tahu. Ada lima slip gaji (dalam penyelidikan). Padahal, jumlahnya lebih dari 2.000 selama seluruh pelaksanaan pekerjaan. Dan, satu hal lagi, mungkin ada kesalahan dalam slip gaji. Kami sedang meninjaunya. Tapi, semua kontrak melalui Jaminan sosial,” ungkap Elena Fort.
Kasus lain yang sangat menyedihkan digambarkan oleh seorang pekerja yang tidur di luar stadion agar bisa tiba tepat waktu setelah dicaci-maki karena datang terlambat.
“Itu adalah hal yang pahit bagi kita semua. Tapi, kita bicara soal fakta bahwa lebih dari 2.000 pekerja telah bekerja di sini. Ada jadwalnya. Dari yang saya baca, karena kami tidak kenal, dia berasal dari Manresa. Jika kereta datang terlambat setengah jam, masih ada bus yang lebih awal. Saya tidak tahu,” pungkas Elena Fort.
Baca Juga

