Kisah Valdas Dambrauskas, Pelatih Sabah FK dari 'Who Wants to Be a Millionaire?' ke Liga Champions
Poin Penting
|
BAKU, investortrust.id – Pelatih asal Lithuania, Valdas Dambrauskas, memiliki perjalanan karier yang tidak biasa sebelum akhirnya membawa tim Azerbaijan, Sabah FK, mencetak sejarah lolos ke fase utama Liga Champions 2026/2027.
Sabah memastikan tiket ke fase liga Liga Champions setelah menyingkirkan wakil Israel, Hapoel Be'er Sheva, secara dramatis. Sabah menang 5-2 setelah perpanjangan waktu pada leg kedua dan melaju dengan agregat 6-4. Pencapaian tersebut menjadi yang pertama bagi Sabah. Mereka juga menjadi lub Azerbaijan kedua yang mencapai fase liga kompetisi elite Eropa.
Di balik keberhasilan tersebut terdapat sosok Dambrauskas, pelatih asal Lithuania yang sejak Juni 2025 menangani Sabah. Kesuksesan Dambrauskas juga bukan datang secara tiba-tiba. Sepanjang karier kepelatihannya, dia telah mengoleksi 12 trofi, termasuk gelar Liga Lithuania dan Piala Lithuania bersama Zalgiris Vilnius, Piala Latvia bersama RFS, Liga Bulgaria bersama Ludogorets, serta Piala Kroasia bersama Hajduk Split.
Baca Juga
Jelang Penutupan Bursa Transfer, Liverpool Ajukan Tawaran Baru untuk Bradley Barcola
Namun, jauh sebelum berdiri di pinggir lapangan dalam pertandingan Liga Champions, Dambrauskas pernah mengambil jalan yang sama sekali berbeda untuk membiayai langkah awal menuju karier kepelatihan.
Pada 2002, ketika menginjak usia 25 tahun, Dambrauskas mengikuti kuis televisi versi Lithuania dari “Who Wants to Be a Millionaire?”. Itu adalah acara yang sangat populer di berbagai negara pada awal milenium.
Bukan hanya numpang lewat, Dambrauskas ternyata juga berhasil membawa pulang hadiah 4.000 litas Lithuania atau sekitar Rp20 jutaan. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu titik penting dalam hidupnya karena uang hadiah itu digunakan untuk membuka jalan menuju pendidikan kepelatihan di Inggris.
Dalam sebuah wawancara, Dambrauskas mengungkapkan bahwa format kuis tersebut sedikit berbeda dari versi yang dikenal luas. Dia harus bersaing dengan peserta lain sebelum masuk ke babak utama dengan sejumlah pertanyaan pilihan ganda. Hadiah yang diperolehnya ketika itu disebut setara dengan sekitar Rp23 juta.
"Pada saat itu, jumlah tersebut setara dengan gaji selama satu tahun di Lithuania," kata Dambrauskas, dilansir BOON.
Setelah mendapatkan hadiah, Dambrauskas kemudian pindah ke Inggris untuk menempuh pendidikan Ilmu Keolahragaan dan Kepelatihan di London Metropolitan University. Dari sana, dia mulai membangun pengalaman dengan bekerja di lingkungan akademi sejumlah klub Inggris, termasuk Fulham, Manchester United, dan Brentford.
Kariernya sebagai pelatih kemudian berkembang secara bertahap. Dambrauskas menangani Kingsbury London Tigers sebelum mendapatkan kesempatan bekerja di sepak bola Lithuania. Setelah itu, dia melatih sejumlah klub di Latvia, Bulgaria, Kroasia, Yunani, Siprus, Hungaria, hingga akhirnya berlabuh di Azerbaijan bersama Sabah.
Kini, Dambrauskas memasuki babak terbesar dalam kariernya. Sabah yang sebelumnya harus melewati rangkaian kualifikasi berhasil menyingkirkan The New Saints, KuPS Kuopio, Aarhus, dan akhirnya Hapoel Be'er Sheva untuk mencapai fase liga Liga Champions.
Baca Juga
Rumor Transfer, Nico Gonzalez Giliran Tinggalkan Manchester City Gabung Newcastle United
