Dilelang, Jersey Michael Jordan di Final NBA 1998 Diprediksi Laku Rp1,7 Triliun
Poin Penting
|
CHICAGO, investortrust.id – Jersey Michael Jordan yang dikenakan saat Game 3 Final NBA 1998 diprediksi mencetak rekor baru memorabilia olahraga dengan nilai lelang mencapai US$100 juta (Rp1,7 triliun).
Jersey tersebut memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Jordan mengenakannya ketika Chicago Bulls menghadapi Utah Jazz pada Game 3 Final NBA 1998, musim yang kemudian menjadi penutup perjalanan sang legenda bersama Bulls.
Pada pertandingan itu, Bulls tampil luar biasa dan menghancurkan Jazz dengan selisih 42 poin. Kemenangan tersebut tercatat sebagai kemenangan dengan margin terbesar dalam sejarah Final NBA.
Baca Juga
Russell Westbrook Pensiun, Raja Triple-Double NBA Tutup Karier Setelah 18 Musim
Jersey putih milik Jordan tersebut kini berada di tangan investor olahraga sekaligus aktor Rob Gough. Dia akan melelang memorabilia ikonik itu melalui rumah lelang Joopiter, milik musisi Pharrell Williams, mulai 15 September 2026. “Saya pikir ini akan menjadi jersey pertama yang mencapai US$100 juta,” ujar Gough, dilansir The New York Post.
Gough mengaku mendapatkan jersey tersebut setelah menjalani pencarian panjang. Dia menyebut prosesnya seperti perburuan harta karun karena harus menelusuri sejumlah perantara sebelum akhirnya menemukan memorabilia yang diincarnya.
“Bukan berarti saya tahu di mana benda itu berada atau mudah menemukannya. Seseorang membawa saya kepada orang lain, lalu orang itu membawa saya kepada orang berikutnya,” kata Gough.
Gough tidak pernah mengetahui identitas pemilik pertama jersey tersebut. Dia juga terikat perjanjian kerahasiaan sehingga tidak dapat mengungkapkan harga yang dibayarkannya ketika membeli jersey itu.
Selama dua tahun, Gough memajang jersey tersebut di rumahnya di Puerto Rico. Setelah itu, dia menyimpannya di tempat penyimpanan khusus untuk menjaga keamanannya. “Menarik, karena saya memiliki banyak karya seni hebat. Ketika orang datang ke rumah, mereka melewati karya seni itu dan langsung menuju jersey,” ujarnya.
Pengalaman tersebut membuat Gough melihat memorabilia olahraga dengan perspektif berbeda. Tapi, Gough akhirnya memutuskan melepas jersey tersebut karena merasa memorabilia sebesar itu seharusnya dapat dinikmati lebih banyak orang.
“Saat itulah saya menyadari bahwa benda-benda ini adalah seni modern yang baru. Anda adalah penjaga dari bagian sejarah ikonik ini. Ketika saya menyimpannya di rumah, rasanya luar biasa. Tapi ketika berada di tempat penyimpanan, apa gunanya menjadi penjaga sesuatu kalau anda tidak membiarkan orang melihat dan menikmatinya?” kata Gough.
Jika berhasil mencapai US$100 juta, jersey tersebut akan memecahkan rekor memorabilia olahraga termahal yang pernah dilelang. Saat ini, rekor tersebut juga masih menjadi milik jersey Jordan.
Jersey yang dikenakan Jordan pada Game 1 Final NBA 1998 terjual US$10,1 juta (Rp178 miliar melalui Sotheby's pada 2022. Jersey itu menjadi memorabilia olahraga yang sangat bernilai meski Bulls kalah dalam pertandingan tersebut.
Gough mengaku memiliki pertimbangan tersendiri dalam memilih memorabilia yang dikoleksinya. “Dia kalah di Game 1. Saya pribadi tidak membeli pertandingan ketika seorang pemain kalah karena Anda akan mengatakan, 'Jersey itu di dinding, ingat ketika Michael Jordan kalah dalam pertandingan itu?' Anda tidak akan mengatakan hal seperti itu,” ujarnya.
Gough bukan nama baru di dunia koleksi memorabilia olahraga. Pada 2021, dia membeli kartu Mickey Mantle langka keluaran 1952 Topps seharga US$5,2 juta (Rp85,3 miliar), yang ketika itu menjadi rekor penjualan kartu olahraga. Dia juga memiliki koleksi jersey sejumlah legenda olahraga, termasuk Kobe Bryant, Wilt Chamberlain, Tom Brady, dan Wayne Gretzky.
Baca Juga
Tiru NBA, FIFA Bikin Terobosan Juara Piala Dunia 2026 Dapat Cincin Emas
