Wasit dan VAR Sudah Benar! Kata Pierluigi Collina Soal Laga Argentina Lawan Mesir
Poin Penting
|
ATLANTA, investortrust.id – Kepala Komite Wasit FIFA Pierluigi Collina angkat bicara menyusul protes Mesir setelah laga kontra Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Dia menegaskan seluruh perangkat pertandingan bekerja independen dan tidak dapat dipengaruhi pihak mana pun, termasuk Presiden FIFA Gianni Infantino.
Asosiasi Sepak Bola Mesir (EFA) melayangkan protes keras terhadap kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, yang memimpin pertandingan saat Argentina membalikkan keadaan untuk menang dramatis 3-2 atas Mesir. Mereka minta FIFA memulangkan Letexier beserta seluruh tim wasit karena menilai terjadi sejumlah kesalahan di lapangan.
Kontroversi semakin memanas setelah pelatih Mesir, Hossam Hassan, mengisyaratkan adanya keberpihakan terhadap juara bertahan. Menurutnya, keputusan-keputusan yang diambil sepanjang pertandingan menimbulkan kesan Argentina sengaja dipertahankan agar tetap melaju di turnamen.
Baca Juga
Jadwal Piala Dunia 2026: Prancis Lawan Maroko, Ulangan Semifinal 2022!
"Mungkin mereka ingin mempertahankan juara dunia tetap berada di kompetisi ini," ujar Hassan dalam pernyataannya setelah pertandingan, dilansir ESPN.
Kasus tersebut terjadi tidak lama setelah FIFA menuai sorotan akibat mencabut larangan satu pertandingan untuk penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Keputusan itu diambil setelah Donald Trump menyampaikan keberatan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kartu merah yang diterima Balogun saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.
Menanggapi berbagai tuduhan tersebut, Collina menegaskan integritas perangkat pertandingan Piala Dunia tidak boleh diragukan. Dia juga mengingatkan bahwa tuduhan tanpa bukti hanya akan memicu ancaman terhadap wasit beserta keluarga mereka.
"Tentu saja diskusi yang konstruktif mengenai keputusan wasit akan selalu menjadi bagian dari sepak bola. Tapi, tuduhan yang tidak berdasar tidak memiliki tempat dalam olahraga ini,” kata Collina dalam pernyataan resmi FIFA.
Collina menepis anggapan bahwa keputusan wasit FIFA dapat dipengaruhi pihak tertentu. "Tidak seorang pun dapat mempertanyakan integritas para wasit Piala Dunia FIFA. Ketika hal itu terjadi, sering kali muncul reaksi yang berujung pada ancaman terhadap mereka dan keluarga mereka. Itu tidak benar," katanya.
"Tidak seorang pun bisa mengklaim bahwa keputusan perwasitan FIFA dapat dipengaruhi siapa pun, bahkan oleh Presiden FIFA sekalipun," tegas Colina.
FIFA turut menjelaskan sejumlah keputusan yang diprotes Mesir. Salah satunya adalah pembatalan gol kedua Mesir ketika Marwan Attia dinilai menginjak kaki bek Argentina, Lisandro Martinez, pada awal proses terciptanya gol. Menurut Collina, tayangan ulang memperlihatkan pelanggaran tersebut terjadi dengan jelas sehingga VAR berhak meminta wasit meninjaunya.
"Kami meyakini bahwa pelanggaran tetaplah pelanggaran. Terlepas apakah terlihat jelas atau tidak, apabila wasit tidak melihatnya di lapangan, VAR berhak melakukan intervensi," ujar Collina.
Wasit legendaris Italia yang terkenal tegas itu menambahkan, jika tidak ditemukan pelanggaran dalam rangkaian serangan yang menghasilkan gol, VAR juga akan memberi tahu wasit agar gol tetap disahkan.
Collina juga menjelaskan insiden yang melibatkan Mohamed Salah dan Julian Alvarez jelang gol penentu kemenangan Argentina. Menurutnya, wasit dan VAR sepakat kontak yang terjadi masih berada dalam batas wajar permainan sehingga tidak layak diganjar penalti.
"Menginjak kaki lawan adalah pelanggaran. Tapi, jika pemain bertahan lebih dulu menyentuh bola sebelum terjadi kontak yang normal dalam permainan, maka itu bukan pelanggaran. Dalam insiden antara Mohamed Salah dan Julian Alvarez, wasit serta VAR menilai yang terjadi adalah kontak normal dalam sepak bola," pungkas Collina.
Baca Juga
Kiper Belgia Thibaut Courtois Sebut Spanyol Lebih Diunggulkan
