Unik! Kisah Timothy Weah, Anak Presiden Liberia Bela Amerika Serikat di Piala Dunia
Poin Penting
|
LOS ANGELES, investortrust.id – Tuan rumah Amerika Serikat (AS) resmi mengumumkan skuad final menghadapi Piala Dunia 2026. Pelatih Mauricio Pochettino membawa kombinasi pemain senior dan generasi muda, salah satunya anak mantan Presiden Liberia George Weah, Timothy Weah.
Pochettino merilis daftar 26 pemain untuk turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk menghadapi Australia, Paraguay, dan Turkiye di Grup. Nama-nama andalan seperti Christian Pulisic, Tyler Adams, Weston McKennie, hingga Giovanni Reyna tetap menjadi tulang punggung The Sam Army’s.
Di sektor pertahanan, Pochettino turut memanggil Sergino Dest yang kembali setelah sempat mengalami cedera panjang. Sementara di lini depan, ketajaman Folarin Balogun dan Ricardo Pepi diharapkan menjadi senjata utama Amerika Serikat di fase grup.
Baca Juga
Telkomsel Luncurkan Paket Nonton Piala Dunia 2026, Bidik Lonjakan Trafik Data
Pochettino juga memberikan kesempatan kepada beberapa wajah baru seperti Chris Brady, Max Arfsten, dan Sebastian Berhalter yang tampil impresif sepanjang musim terakhir.
Namun, yang selalu menarik perhatian fans adalah keberadaan Timothy Weah. Bagaimana mungkin anak seorang mantan presiden dari sebuah negara berdaulat membela AS di Piala Dunia? Apalagi, ini menjadi Piala Dunia kedua Timothy Weah setelah Piala Dunia 2022 di Qatar.
Faktanya, Timothy Weah memang lahir di AS. Dia lahir pada 22 Februari 2000, di Brooklyn, New York, dari pasangan George Weah yang berasal dari Liberia dan istrinya yang berkebangsaan Jamaika, Clar. Artinya, secara hukum FIFA, dia memiliki hak untuk membela tiga negara.
Timothy Weah sejak kecil tinggal di AS karena ayahnya tinggal di Negeri Paman Sam setelah pensiun dari karier sepak bola sebelum kemudian terjun ke politik di Liberia. Memulai karier dari West Pines United di Florida, dia pindah kembali ke New York dan bergabung dengan Rosedale Soccer Club di Queens.
Timothy Weah kemudian bermain tiga musim dengan BW Gottschee sebelum pindah ke Akademi New York Red Bulls pada 2013. Dia menjalani uji coba dengan Chelsea pada usia 13 tahun.
Timothy Weah selanjutnya menetap di Prancis pada 2014 untuk bergabung dengan Akademi Paris Saint-Germain (PSG). Dalam penampilan pertamanya bersama tim akademi, dia mencetak hattrick dalam kemenangan 8–1 atas tim Bulgaria Ludogorets Razgrad di Liga Champions Junior.
Atas dasar itu, Timothy Weah memilih membela AS dibanding Liberia, tempat George Weah sempat menjadi Senator dan Presiden. Tidak ada urusannya dengan nasionalisme, melainkan murni profesionalisme mengingat level dan standar sepak bola Liberia yang rendah.
Timothy Weah melakukan debut penuh untuk tim nasional senior AS dalam kemenangan 1-0 lawan Paraguay di FIFA Matchday, 27 Maret 2018. Saat itu, dia masuk sebagai pemain pengganti untuk sesama debutan Marky Delgado pada menit ke-86. Dia adalah pemain pertama yang lahir pada tahun 2000-an yang mendapatkan caps senior untuk AS.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/hashtag/USMNT?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw
Dalam pertandingan lawan Bolivia, 28 Mei 2018, yang menjadi penampilan internasional pertamanya sebagai starter, Timothy Weah mencetak gol internasional pertama. Dia menjadi pemain termuda keempat yang mencetak gol untuk AS, melewati catata Josh Sargent, yang mencetak gol pertamanya lebih awal dalam pertandingan tersebut.
Sekarang, setelah membantu AS menjuarai CONCACAF Nations League 2019/2020, 2022/2023, 2023/2024, Timothy Weah akan ikut Piala Dunia 2026. Ini jadi Piala Dunia keduanya bersama AS setelah empat tahun lalu di Qatar. Dia mencetak satu gol saat melawan Wales dan membantu negaranya mencapai babak 16 besar. Unik!
Baca Juga

