Kisah Sunderland Cetak Keajaiban, Dari Kasta Ketiga Inggris Lolos ke Liga Europa
Poin Penting
|
SUNDERLAND, investortrust.id – Sunderland menutup Liga Premier 2025/2026 dengan kisah luar biasa. Hanya empat tahun setelah bermain di League One (kasta ketiga), The Black Cats kini resmi lolos ke Liga Europa seusai mengalahkan Chelsea 2-1 pada laga terakhir musim di Stadium of Light, Minggu (24/5/2026).
Kemenangan tersebut memastikan Sunderland finish di posisi ketujuh klasemen akhir Liga Premier dengan 54 poin. Hasil itu sekaligus membawa mereka kembali tampil di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 53 tahun.
Pahlawan kemenangan Sunderland adalah Trai Hume. Bek asal Irlandia Utara tersebut mencetak gol penting lewat tendangan voli keras yang gagal dihentikan kiper Chelsea, Robert Sanchez.
Baca Juga
Dari Juara Eropa ke Degradasi, West Ham United Hadapi Krisis Finansial
Momen itu terasa sangat emosional bagi Hume. Ketika didatangkan dari Linfield seharga £200 ribu (Rp4,4 miliar) pada Januari 2022, Sunderland masih bermain di kasta ketiga sepak bola Inggris. “Saya bahkan tidak pernah membayangkan kami bisa sampai di titik ini dan lolos ke Eropa. Tapi kami berhasil melakukannya,” ujar Hume kepada BBC Match of the Day.
“Musim lalu saja bermain di Liga Premier sudah terasa seperti mimpi. Sekarang kami akan bermain di Liga Europa dan kami akan memberikan segalanya musim depan,” lanjut Hume.
Perjalanan Sunderland memang tergolong luar biasa. Setelah promosi dari League One melalui jalur play-off pada 2022, mereka kembali naik kasta ke Liga Premier musim lalu, juga lewat play-off Championship.
Namun, perubahan terbesar datang ketika pelatih asal Prancis Regis Le Bris ditunjuk pada 2024. Di tangan Le Bris, Sunderland perlahan berubah menjadi tim yang solid dan kompetitif. Musim lalu Sunderland hanya mencetak 58 gol di Championship dan finish jauh di belakang zona promosi otomatis. Mereka bahkan nyaris tersingkir sebelum lolos dramatis lewat gol injury time ke gawang Coventry City pada semifinal play-off.
Di final melawan Sheffield United, Sunderland kembali menang dramatis berkat gol injury time Tom Watson untuk memastikan promosi ke Liga Premier setelah absen delapan tahun.
Setahun berselang, Sunderland justru tampil mengejutkan di kasta tertinggi. Mereka menjadi tim promosi pertama dalam beberapa musim terakhir yang tidak langsung terdegradasi.
Le Bris menyebut kekompakan tim menjadi kunci utama keberhasilan Sunderland musim ini. “Ini pencapaian kolektif yang luar biasa. Yang kami tunjukkan sejak musim lalu adalah kebersamaan. Kami boleh ambisius, tetapi kami harus tetap bekerja keras,” katanya.
Pelatih berusia 49 tahun itu juga memuji dukungan fanatik suporter Sunderland sepanjang musim. “Suporter adalah bagian besar dari klub ini. Mereka komunitas yang luar biasa dan kami bangga mewakili mereka,” tambah Le Bris.
Sepanjang musim, Sunderland mampu mencatat sejumlah hasil mengejutkan. Selain dua kali mengalahkan Chelsea, mereka juga menundukkan Newcastle United kandang dan tandang, serta menahan imbang Arsenal, Manchester City, dan Manchester United.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SunderlandAFC/status/2058654275178529232?ref_src=twsrc%5Etfw
Kesuksesan Sunderland juga tidak lepas dari rekrutmen cerdas mereka. Klub menghabiskan £161 juta (Rp3,5 triliun) untuk mendatangkan 15 pemain baru seusai promosi ke Liga Premier.
Penyerang Brian Brobbey yang didatangkan dari AFC Ajax menjadi pencetak gol terbanyak klub di Liga Premier dengan tujuh gol. Selain itu, kehadiran Nordi Mukiele, Granit Xhaka, hingga kiper muda Robin Roefs juga memberikan dampak besar.
Kini, tantangan berikutnya menanti Sunderland. Setelah sukses bangkit dari League One hingga menembus Liga Europa hanya dalam empat tahun, mereka harus membuktikan diri mampu bersaing di level Eropa musim depan.
Baca Juga

