Banding Kasus Mata-Mata Ditolak, Southampton Tetap Dicoret dari Final Play-off Championship
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Southampton dipastikan gagal tampil di final play-off Championship setelah banding mereka terkait kasus mata-mata latihan lawan resmi ditolak pihak English Football League (EFL). Keputusan itu membuat duel perebutan tiket promosi ke Liga Premier kini mempertemukan Hull City melawan Middlesbrough.
Final play-off Championship tetap akan digelar Sabtu (23/5/2026) waktu setempat dengan Middlesbrough kembali mendapatkan tempat setelah sebelumnya kalah agregat 1-2 dari Southampton di semifinal.
Hal itu terjadi setelah Southampton mengaku memantau tiga sesi latihan klub rival, termasuk latihan Middlesbrough jelang semifinal leg pertama. Pelanggaran tersebut membuat komisi disiplin independen EFL menjatuhkan hukuman berat berupa pengusiran dari play-off.
Baca Juga
Tembus Rp560 Ribu, Harga Cemilan di Stadion Piala Dunia 2026 Bikin Kantong Menjerit
Southampton sempat mengajukan banding dengan alasan hukuman tersebut terlalu berlebihan dibanding kasus serupa dalam sejarah sepak bola Inggris. Tapi, EFL tetap mempertahankan sanksi yang sudah diputuskan.
“Panel arbitrase liga malam ini menolak banding Southampton Football Club terhadap sanksi komisi disiplin independen setelah klub mengakui sejumlah pelanggaran regulasi EFL,” tulis pernyataan resmi EFL, dilansir BBC Sport.
EFL juga memastikan hukuman tambahan berupa pengurangan empat poin pada klasemen Championship musim 2026/2027 tetap berlaku. Selain itu, Southampton mendapat teguran resmi atas seluruh pelanggaran yang dilakukan. Keputusan bersifat final dan tidak dapat diajukan lagi ke Court of Arbitration for Sport (CAS).
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/EFL_Comms/status/2056793255963218358?ref_src=twsrc%5Etfw
Southampton langsung merespons putusan itu dengan nada kecewa. Klub menilai hukuman yang diterima tidak sebanding dengan pelanggaran yang terjadi. “Ini adalah hasil yang sangat mengecewakan. Kami memahami seriusnya masalah ini, tetapi klub sejak awal percaya bahwa sanksi olahraga yang dijatuhkan terlalu berlebihan,” tulis Southampton dalam pernyataan resminya.
“Kami akan merespons situasi ini dengan kerendahan hati, tanggung jawab, dan tekad untuk memperbaiki semuanya,” lanjut pernyataan resmi Southampton.
Gelandang Southampton, Leo Scienza, juga meluapkan emosinya melalui media sosial. Dia menyebut situasi tersebut sangat menyakitkan bagi seluruh pemain dan pendukung klub.
“Kekecewaan, kemarahan, dan kesedihan. Sulit menemukan kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan kami saat ini. Apa yang terjadi dalam beberapa hari terakhir benar-benar memilukan. Untuk klub, para pemain, dan terutama para suporter,” tulis Scienza
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/SouthamptonFC/status/2057196664050327857?ref_src=twsrc%5Etfw
Di sisi lain, Hull City juga merasa dirugikan karena harus menghadapi lawan berbeda menjelang final. Pemilik klub, Acun Ilicali, bahkan membuka peluang mengambil langkah hukum jika timnya gagal promosi ke Liga Premier.
“Saya tidak ingin menuduh siapa pun sebelum melihat keseluruhan situasi. Tapi ini jelas memberi dampak besar kepada kami. Saya mewakili klub besar dan keluarga besar. Saya tidak akan membiarkan klub kami dirugikan oleh ketidakadilan,” ujar Ilicali kepada Sky Sports.
Kasus “Spygate” Southampton kini belum sepenuhnya selesai. Setelah proses di EFL berakhir, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) disebut masih mempertimbangkan kemungkinan menjatuhkan sanksi tambahan kepada individu-individu yang terlibat dalam pelanggaran tersebut.
Baca Juga
PSG Lawan Arsenal di Final Liga Champions, Luis Enrique Puji Kinerja Mikel Arteta

