Rahasia Arsenal Juara Liga Premier, Pertahanan Kokoh dan Transfer Tepat Sasaran
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Kebangkitan Arsenal hingga sukses menjuarai Liga Premier 2025/2026 bukan terjadi secara kebetulan. Di balik keberhasilan mengakhiri puasa gelar selama 22 tahun, Mikel Arteta membangun tim dengan pondasi kuat, strategi transfer cerdas, dan skuad yang nyaris tanpa celah.
Arsenal akhirnya memastikan diri sebagai juara Liga Premier 2025/2026 sekaligus mengakhiri penantian panjang 22 tahun tanpa gelar liga. Kepastian itu didapat setelah Manchester City gagal mengalahkan Bournemouth di Vitality Stadium, Rabu (20/5/2026) dini hari WIB.
Sukses ini tidak didapat The Gunners dengan mudah. Arsenal musim ini tampil jauh lebih matang dibanding beberapa musim sebelumnya. Klub London Utara bukan hanya kuat saat menyerang, melainkan juga sangat disiplin dalam bertahan.
Baca Juga
Wow! Jika Gagal ke Liga Champions, Juventus Bisa Rugi Hingga Rp1 Triliun
Salah satu faktor terbesar keberhasilan Arsenal adalah pertahanan yang luar biasa solid. Lini belakang Arsenal menjadi salah satu yang terbaik di Liga Premier musim ini. Lawan kerap kesulitan menciptakan peluang bersih karena organisasi permainan Arsenal berjalan sangat rapi.
Hingga pekan 37, The Gunners hanya menderita 26 gol, atau yang paling sedikit dari 20 peserta Liga Premier. Pertahanan Arsenal lebih baik dari Manchester City, yang menderita 33 gol atau Manchester United (50 gol).
Selain pertahanan kokoh, Arsenal juga sangat mematikan dalam situasi bola mati. Tim asuhan Arteta menjelma menjadi salah satu tim paling berbahaya di Eropa dalam memanfaatkan sepak pojok maupun set-piece. Mereka mencetak 27 gol dari bola mati di Liga Premier musim ini. Ini termasuk rekor 17 gol yang dicetak langsung dari tendangan sudut.
Keunggulan lain Arsenal terletak pada kedalaman skuad. Perbedaan kualitas antara pemain inti dan pelapis tidak terlalu jauh sehingga performa tim tetap stabil meski jadwal padat atau diterpa cedera. Situasi itu membuat Arsenal mampu bersaing konsisten di Liga Premier dan Liga Champions secara bersamaan.
🐦 Social Media Post
URL: https://twitter.com/OptaJoe/status/2056849433430528499?ref_src=twsrc%5Etfw
Kesuksesan tersebut tidak lepas dari strategi transfer yang sangat terukur. Arsenal tidak sekadar membeli pemain mahal, melainkan fokus merekrut pemain yang sesuai dengan kebutuhan taktik dan karakter tim.
Musim panas lalu, Arsenal memang tidak seagresif rival-rivalnya di bursa transfer. Tapi, langkah mereka justru terbukti efektif. Sejumlah pemain baru langsung memberi dampak besar terhadap performa tim. Contohnya, Viktor Gyokeres, Martin Zubimendi, Eberechi Eze, hingga Noni Madueke. Mereka sukses memperkuat kualitas permainan Arsenal.
Namun, salah satu sosok paling penting tetap Declan Rice. Gelandang tim nasional Inggris itu berkembang menjadi motor permainan Arsenal sejak didatangkan dari West Ham United. Rice tampil dominan di lini tengah lewat kemampuan bertahan, distribusi bola, hingga agresivitas saat membantu serangan. Mobilitas yang luar biasa membuat dia menjadi salah satu pemain paling konsisten Arsenal.
Selain itu, Arteta juga melakukan perubahan besar dalam gaya bermain Arsenal. Jika sebelumnya identik dengan dominasi penguasaan bola, musim ini Arsenal tampil lebih fleksibel dan pragmatis. The Gunners sangat cepat melakukan transisi dari bertahan ke menyerang. Serangan mereka lebih langsung, efektif, dan sering membuat lawan kesulitan mengantisipasi.
Keberhasilan Arsenal juga didukung kondisi finansial klub yang sehat. Pendapatan klub yang terus meningkat membuat manajemen mampu membangun tim secara stabil tanpa melanggar aturan keuangan.
Laporan keuangan Arsenal baru-baru ini (untuk tahun yang berakhir Mei 2025) melaporkan pendapatan tahunan sebesar £545 juta (Rp12,8 triliun). Pendapatan ini didorong oleh perjalanan panjang di Liga Champions UEFA dan finis di posisi kedua di Liga Premier, menghasilkan laba operasi yang disesuaikan sebesar £143 juta (Rp3,3 triliun).
Kombinasi antara manajemen klub yang kuat, strategi transfer tepat, kedalaman skuad, dan tangan dingin Arteta akhirnya membawa Arsenal kembali ke puncak sepak bola Inggris.
Baca Juga
Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah, Masuk Skuad Portugal untuk Piala Dunia Keenam

