Wow! Jika Gagal ke Liga Champions, Juventus Bisa Rugi Hingga Rp1 Triliun
Poin Penting
|
TURIN, investortrust.id – Juventus menghadapi ancaman kerugian finansial besar jika gagal lolos ke Liga Champions 2026/2027. Situasi itu muncul setelah hasil buruk pada pekan ke-37 Serie A membuat posisi I Bianconeri semakin sulit dalam perebutan empat besar klasemen.
Juventus tumbang 0-2 dari Fiorentina di kandang sendiri pada akhir pekan lalu. Di saat bersamaan, rival-rival mereka seperti Napoli, Milan, Roma, dan Como justru berhasil meraih kemenangan penting.
Kekalahan tersebut membuat Juventus turun ke posisi keenam klasemen Serie A dan tertinggal dua poin dari zona Liga Champions menjelang laga terakhir musim ini. Tim asuhan Luciano Spalletti kini wajib menang sambil berharap Roma dan Como terpeleset jika ingin mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa.
Baca Juga
Cristiano Ronaldo Cetak Sejarah, Masuk Skuad Portugal untuk Piala Dunia Keenam
Ancaman terbesar bukan hanya soal prestise. Gagal tampil di Liga Champions juga bisa memberi dampak serius terhadap kondisi keuangan Juventus.
Terakhir kali Juventus absen dari Liga Champions terjadi pada musim 2023/2024. Saat itu, mereka terkena pengurangan 10 poin di Serie A dan dilarang tampil di kompetisi UEFA akibat pelanggaran regulasi finansial.
🐦 Social Media Post
Dampaknya langsung terasa pada laporan keuangan klub. Juventus mencatat kerugian mencapai €199 juta (Rp3,5 triliun) pada musim tersebut. Pendapatan klub juga turun sekitar €78 juta (Rp1,3 triliun).
Dalam tiga musim terakhir, kondisi finansial Juventus memang mengalami fluktuasi besar. Pendapatan klub pada musim 2022/2023 mencapai €438 juta (Rp7,7 triliun), turun menjadi €360 juta (Rp6,3 triliun) pada 2023/2024, sebelum kembali naik ke angka €420 juta (Rp7,4 triliun) musim ini.
Sementara dari sisi kerugian bersih, Juventus membukukan minus €124 juta (Rp2,2 triliun) pada 2022/2023, lalu membengkak menjadi €199 juta euro (Rp3,5 triliun) setahun berikutnya. Musim 2024/2025 kondisi mulai membaik dengan kerugian turun menjadi €58 juta (Rp1 triliun).
Meski Juventus dipastikan minimal tampil di Liga Europa musim depan, pemasukan dari kompetisi tersebut jauh di bawah Liga Champions.
Laporan La Gazzetta dello Sport menyebut selisih pendapatan antara mencapai babak 16 besar Liga Champions dibanding menembus perempat final atau semifinal Liga Europa bisa mencapai €55-60 juta (Rp970 miliar-Rp1,05 triliun).
Situasi itu membuat laga terakhir Serie A musim ini menjadi sangat krusial bagi Juventus, bukan hanya demi gengsi olahraga, tetapi juga untuk menjaga stabilitas finansial klub.
Baca Juga
Skandal Mata-Mata, Southampton Dihukum Gagal Promosi ke Liga Premier

