Menlu: Ada Sinyal Positif Negosiasi Pembebasan Kapal Tanker Pertamina di Selat Hormuz
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyebut proses pembebasan kapal tanker Pertamina di Selat Hormuz masih dalam proses negosiasi dengan Iran. Dia memberi sinyal bahwa proses negosiasi masih berjalan positif.
“Yang ada sinyal positif, kita lihat nanti eksekusinya seperti apa,” kata Sugiono, saat di Tokyo, Jepang, dikutip Selasa (31/3/2026).
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan masih terdapat dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz. Dia menyebut terus berkomunikasi dengan otoritas terkait.
Baca Juga
Iran Buka Selat Hormuz untuk Kapal dari Negara Sahabat, 5 Negara Ini Beberapa di Antaranya
“Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan, bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz. Namun, komunikasi terus kita bangun,” ujar dia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Vahd Nabyl menjelaskan bahwa berdasarkan koordinasi Kemenlu dan KBRI Teheran dengan pihak Pertamina, terdapat pertimbangan positif pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.
“Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina, termasuk perlindungan asuransi dan kesiapan kru kapal, sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari Pemerintah Iran tersebut,” kata Nabyl, beberapa waktu lalu.
Kemenlu dan KBRI Teheran akan terus koordinasi dengan semua pihak terkait dalam upaya memastikan perlintasan secara aman kapal milik Pertamina di Selat Hormuz.
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron sebelumnya mengungkapkan bahwa total terdapat empat kapal di sekitar kawasan Selat Hormuz, tetapi dua sudah berada di luar Selat Hormuz. Adapun dua kapal yang masih tertahan adalah kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro yang mengangkut BBM untuk pihak ketiga (bukan untuk Pemerintah Indonesia).
Baca Juga
Iran Kenakan Tarif US$ 2 Juta Bagi Kapal yang Melintas di Selat Hormuz
“Memang benar ada dua kapal Pertamina yang masih berada di sana. Saat ini kami terus memantau dan memastikan yang pertama adalah keselamatan para awak kapal, kemudian juga terkait aset kapal yang berada di sana,” ujar Baron saat ditemui di Grha Pertamina, Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Dia menegaskan, hingga saat ini kondisi kapal dan awak kapal dalam keadaan aman. Pertamina juga berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri, guna memastikan keamanan awak dan aset perusahaan.

