Bursa Eropa Melemah, Penundaan Serangan AS ke Iran Tak Redakan Kekhawatiran Pasar
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Aksi jual di saham Eropa berlanjut pada Jumat (27/3/2026) meski Presiden AS Donald Trump memperpanjang jeda serangan terhadap infrastruktur energi Iran.
Baca Juga
Trump Tunda Lagi Tenggat Serangan ke Iran, Buka Ruang Negosiasi hingga 6 April 2026
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan hampir semua sektor berada di zona merah. FTSE 100 ditutup sedikit di bawah garis datar, sementara CAC 40 Prancis turun 0,9% dan DAX Jerman melemah 1,3%.
Bursa Eropa melanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya, setelah ditutup lebih rendah pada Kamis karena investor kesulitan menafsirkan pesan yang saling bertentangan mengenai status pembicaraan damai di Timur Tengah.
Pada Kamis malam, Presiden Trump mengatakan ia akan memperpanjang jeda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama 10 hari hingga 6 April, untuk memberikan lebih banyak waktu bagi negosiasi.
“Sesuai permintaan Pemerintah Iran, mohon pernyataan ini dianggap sebagai representasi bahwa saya menghentikan periode penghancuran infrastruktur energi. Pembicaraan sedang berlangsung dan, meskipun ada pernyataan keliru yang bertentangan dari Media Berita Palsu, dan pihak lainnya, semuanya berjalan sangat baik,” beber Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social.
Presiden juga mengeklaim Iran telah mengizinkan 10 kapal tanker minyak untuk melintasi selat tersebut minggu ini sebagai “hadiah” untuk AS, meskipun Teheran belum memberikan komentar publik mengenai hal itu.
Baca Juga
Di Eropa, pertemuan para menteri luar negeri G7 memasuki hari kedua pada Jumat. Perang di Iran dan Ukraina menjadi agenda utama, sementara Afrika Selatan, yang seharusnya hadir sebagai negara pengamat, mengatakan Prancis menarik undangan G7 setelah AS mengancam akan memboikot.
Pasar Asia turun, sementara saham AS juga melemah.
Korporasi
Produsen minuman Pernod Ricard dan Brown-Forman, yang memiliki merek wiski Jack Daniel’s, dilaporkan telah memulai pembicaraan merger di tengah penurunan berkepanjangan industri alkohol.
Kedua perusahaan mengumumkan pernyataan yang mengkonfirmasi pembicaraan tersebut, dalam langkah yang akan menggabungkan produsen minuman keras terbesar kedua di dunia dengan produsen wiski Amerika terbesar. Saham Pernod ditutup naik 8%.
Sementara itu, AstraZeneca ditutup naik 3% setelah mengungkapkan bahwa obat eksperimental untuk penyakit paru-paru memenuhi target dalam dua uji klinis tahap akhir.

