AS Sebut DeepSeek Ternyata Gunakan Chip Canggih Nvidia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengonfirmasi startup AI China, DeepSeek, melatih model terbarunya menggunakan chip Blackwell milik Nvidia. Penggunaan chip AI paling canggih itu diduga melanggar kebijakan kontrol ekspor AS.
Pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump menyebut chip tersebut kemungkinan digunakan di pusat data DeepSeek di Mongolia. Ia menegaskan kebijakan resmi Washington adalah tidak mengirim Blackwell ke China.
“Kebijakan kami jelas, kami tidak mengirim Blackwell ke China,” ujar pejabat tersebut dikutip dari Reuters, Selasa (24/2/2026). Namun ia tidak menjelaskan bagaimana chip itu bisa sampai ke fasilitas DeepSeek.
Nvidia menolak berkomentar atas laporan tersebut. Departemen Perdagangan AS dan DeepSeek juga belum memberikan tanggapan resmi.
Kedutaan Besar China di Washington menyatakan Beijing menentang perluasan konsep keamanan nasional dan politisasi isu perdagangan teknologi. Pernyataan itu menegaskan ketegangan yang terus meningkat antara dua negara.
Baca Juga
Tantang ChatGPT, DeepSeek Versi Baru Sudah Pakai Chip Buatan China
Diketahui, kontrol ekspor AS saat ini memang melarang pengiriman chip Blackwell ke China. Konfirmasi ini berpotensi memperdalam perdebatan di Washington soal batas akses Beijing terhadap semikonduktor AI mutakhir.
White House AI Czar David Sacks dan CEO Nvidia Jensen Huang sebelumnya berpendapat ekspor terbatas dapat meredam laju pesaing seperti Huawei. Namun kelompok hawkish khawatir chip tersebut bisa dialihkan untuk kepentingan militer China.
Seorang mantan pejabat keamanan nasional era Presiden Joe Biden menilai kasus ini membuktikan risiko ekspor chip AI ke China. Ia menyebut perusahaan AI China sulit diharapkan mematuhi pembatasan penggunaan non-militer.
Pejabat AS juga mengungkap model DeepSeek kemungkinan memanfaatkan teknik distillation dari model perusahaan seperti OpenAI, Google, dan Anthropic. Kasus ini pun semakin menambah tensi persaingan AI dan semikonduktor antara kedua negara raksasa teknologi itu.

