Bursa Eropa Menguat, Saham Stellantis Melesat Lebih dari 3%
Poin Penting:
- Inditex memimpin penguatan bursa Eropa, sedangkan Hugo Boss kembali melemah setelah revisi turun panduan laba.
- UBS mengerek rekomendasi Stellantis menjadi Buy karena prospek rebound di pasar AS dan efisiensi biaya.
- Pembicaraan damai Ukraina–Rusia berlanjut, dengan keterlibatan AS dan diplomasi tambahan dari Prancis–Tiongkok.
- Euro menguat, sementara pasar global menanti keputusan suku bunga The Fed dengan ekspektasi tinggi akan pemangkasan.
LONDON, investortrust.id - Bursa Eropa ditutup di wilayah positif pada Kamis (4/12/2025), dengan perhatian investor tertuju pada pembicaraan damai Ukraina.
Baca Juga
Saham Hugo Boss Anjlok 10% Seiring Proyeksi 2026 yang Menantang, tapi Bursa Eropa Berakhir Positif
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 menguat 0,5% pada penutupan, dengan sebagian besar bursa dan sektor mencatatkan kenaikan.
Perusahaan fesyen mendominasi pergerakan indeks. Inditex, induk Zara, memimpin Stoxx 600 setelah melaporkan kinerja sembilan bulan yang kuat pada Rabu. Sahamnya melonjak 10% dan kembali naik 2,7% pada Kamis. Sebaliknya, saham Hugo Boss tergelincir 0,9%, melanjutkan penurunan 10% sehari sebelumnya setelah perusahaan memangkas proyeksi laba.
Volvo Cars pada Rabu melaporkan penurunan penjualan November sebesar 10% secara tahunan, menjual 60.244 unit. Pertumbuhan hanya terjadi pada model listrik penuh, yang menurut Chief Commercial Officer Erik Severinson “sangat menggembirakan”, meski penjualan di AS masih “melemah” setelah penghentian insentif pajak kendaraan listrik.
Saham Stellantis, pemilik Jeep, melonjak sekitar 3,6% dan memperkuat reli hari sebelumnya setelah UBS menaikkan rekomendasi saham menjadi Buy. UBS memperkirakan Stellantis akan merebut kembali pangsa pasar sekitar 120 basis poin pada 2026, didukung pelonggaran standar emisi AS dan penghematan biaya internal.
Di ranah geopolitik, negosiasi damai Ukraina–Rusia berlanjut. Rustem Umerov, kepala dewan keamanan nasional Ukraina, dijadwalkan bertemu utusan khusus AS Steve Witkoff di Miami pada Kamis, menyusul pembicaraan AS–Rusia yang gagal mencapai kemajuan. Presiden Prancis Emmanuel Macron juga berada di Beijing untuk meminta Presiden Xi Jinping berperan lebih besar dalam penyelesaian konflik Ukraina.
Uni Eropa tengah mendorong penggunaan aset Rusia yang dibekukan sebagai “pinjaman reparasi” bagi Ukraina, meski upaya sebelumnya terhalang.
Di pasar mata uang, euro sempat menyentuh level tertinggi tujuh minggu di US$1,167 pada Rabu, sebelum sedikit turun ke US$1,1658.
Baca Juga
Pasar Asia Mayoritas Menguat, Nikkei 225 Jepang Melonjak Dipimpin Saham Teknologi
Sementara itu, bursa Asia-Pasifik mayoritas menguat pada Kamis seiring investor global menantikan keputusan suku bunga The Federal Reserve pada 10 Desember. Pasar memperkirakan peluang sekitar 89% untuk pemangkasan suku bunga, jauh lebih tinggi dibanding pertengahan November, menurut CME FedWatch.

