Koalisi Pheu Thai Runtuh, Anutin Charnvirakul Rebut Kursi PM Thailand
Poin Penting
- Anutin Charnvirakul terpilih jadi perdana menteri dengan dukungan 63% suara parlemen, mengalahkan Chaikasem Nitisiri dari Pheu Thai.
- Kemenangan ini mengakhiri kekacauan politik usai pemecatan Paetongtarn Shinawatra oleh pengadilan pekan lalu.
- Anutin menjanjikan referendum amandemen konstitusi dan pemilu baru dalam empat bulan ke depan.
- Meski memimpin pemerintahan minoritas, Anutin membawa pengalaman panjang sebagai menteri, termasuk peran dalam legalisasi ganja.
BANGKOK, investortrust.id – Anutin Charnvirakul resmi terpilih sebagai Perdana Menteri Thailand pada Jumat (5/9/2025) setelah menang telak dalam pemungutan suara parlemen, menandai berakhirnya sepekan kekacauan politik dan membuka babak baru kepemimpinan di Negeri Gajah Putih.
Baca Juga
Mahkamah Konstitusi Thailand Pecat PM Paetongtarn Shinawatra karena Pelanggaran Etik
Dengan dukungan oposisi yang tegas, Anutin dengan mudah melampaui ambang batas suara mayoritas di majelis rendah, mengakhiri drama politik yang memperlihatkan dirinya mampu mengungguli partai paling sukses dalam sejarah Thailand.
Anutin, sosok negosiator ulung sekaligus pemimpin Partai Bhumjaithai, berhasil menaklukkan pesaingnya, Chaikasem Nitisiri, dengan perolehan suara 63% atau dua kali lipat lebih besar. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Pheu Thai, partai yang dibangun oleh miliarder berpengaruh Thaksin Shinawatra. Thaksin sendiri meninggalkan Thailand sehari sebelumnya menuju Dubai, tempat ia menghabiskan sebagian besar dari 15 tahun pengasingan diri.
“Saya akan bekerja sekeras mungkin, setiap hari, tanpa libur, karena waktunya tidak banyak. Kita harus segera menyelesaikan masalah,” ujar Anutin saat diserbu awak media usai siding, dikutip dari Reuters.
Krisis Pheu Thai dipicu penarikan dukungan Anutin dari koalisi pada Juni, membuat pemerintahan saat itu hanya bertahan dengan mayoritas tipis di tengah protes publik. Pukulan lebih besar datang pekan lalu ketika pengadilan memecat Paetongtarn Shinawatra, putri Thaksin, dari kursi perdana menteri.
Kemenangan Anutin merupakan hasil kesepakatan dengan Partai Rakyat (People’s Party) yang progresif, kekuatan terbesar di parlemen, dengan janji menggelar referendum amandemen konstitusi dan pemilu dalam empat bulan.
Baca Juga
Demonstrasi Besar-besaran Goyang Bangkok, PM Thailand Dituntut Mundur
Meski memimpin pemerintahan minoritas yang rapuh, Anutin membawa pengalaman panjang sebagai mantan wakil perdana menteri, menteri dalam negeri, dan menteri kesehatan yang dikenal perannya dalam penanganan COVID-19. Ia juga mencatat sejarah dengan mendorong legalisasi ganja di Thailand.
Namun tantangan berat menanti: ekonomi Thailand tengah tertekan oleh lemahnya konsumsi, ketatnya kredit, dan utang rumah tangga yang menumpuk.
Pheu Thai berjanji untuk bangkit kembali. “Kami akan kembali untuk menuntaskan pekerjaan bagi rakyat Thailand,” kata partai itu.
Sementara itu, Thaksin yang kini berada di Dubai menegaskan akan kembali pada 8 September untuk menghadiri sidang pengadilan yang bisa menentukan masa depannya.

