Wall Street Melemah Usai Pernyataan Powell, tapi Nasdaq Menguat Ditopang Sektor Teknologi
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham AS ditutup melemah pada Rabu waktu AS atau Kamis (31/7/2025), setelah Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral belum siap untuk memangkas suku bunga. Penegasan itu datang di tengah evaluasi The Fed atas dampak tarif tinggi yang diberlakukan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap inflasi jangka pendek.
Baca Juga
Tak Terpengaruh Tekanan Trump, The Fed Kembali Pertahankan Suku Bunga
S&P 500 turun 0,12% ke 6.362,90 setelah sempat naik hingga 0,4% di awal sesi. Dow Jones kehilangan 171,71 poin atau 0,38%, berakhir di 44.461,28. Sementara Nasdaq Composite justru mencetak kenaikan 0,15% ke 21.129,67, didukung sektor teknologi.
Investor mencermati komentar Powell dalam konferensi pers untuk mencari petunjuk terkait langkah kebijakan berikutnya, setelah The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan bulan Juli. Powell menyatakan bahwa bank sentral “belum membuat keputusan” terkait potensi perubahan kebijakan pada bulan September.
“Kewajiban kami adalah menjaga ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terkendali dan mencegah kenaikan harga satu kali menjadi masalah inflasi yang berkelanjutan. Tarif yang lebih tinggi mulai terlihat lebih jelas dalam harga beberapa barang, tetapi dampak keseluruhannya terhadap aktivitas ekonomi dan inflasi masih harus dilihat lebih lanjut,” urai Powell.
Pernyataan tersebut memupuskan harapan pelaku pasar yang menginginkan pemangkasan suku bunga pada September dan setidaknya satu kali lagi sebelum akhir tahun. Imbal hasil obligasi pemerintah AS melonjak setelah Powell mengisyaratkan bahwa butuh waktu untuk menilai dampak tarif terhadap harga konsumen.
Keputusan The Fed untuk mempertahankan suku bunga tidak diambil secara bulat. Dua gubernur The Fed, Michelle Bowman dan Christopher Waller, menyatakan ketidaksetujuan karena mendukung pemangkasan suku bunga sebesar seperempat poin dalam pertemuan kebijakan saat ini.
Baca Juga
Sambangi Kantor The Fed, Trump Kritik Powell dan Soroti Proyek Renovasi Rp 40 Triliun
“Powell tidak tunduk pada tekanan politik untuk memangkas suku bunga, jadi pasar perlu menyesuaikan ulang ekspektasi terhadap level suku bunga The Fed beberapa bulan ke depan,” ujar Jamie Cox, mitra pengelola di Harris Financial Group, seperti dikutip CNBC. “Reaksi pasar tidak terlalu buruk, karena arah kebijakan suku bunga sudah cukup jelas, meskipun Powell saat ini memilih pendekatan wait and see,” tambahnya.
Ini merupakan hari kedua kerugian berturut-turut di Wall Street setelah sebelumnya S&P 500 mencetak rekor penutupan selama enam sesi beruntun. Mayoritas indeks utama sempat dibuka menguat, didorong oleh laporan PDB yang lebih baik dari perkiraan, yang bagi sebagian investor mengindikasikan ketahanan ekonomi di tengah kenaikan tarif.
Penurunan setelah pernyataan The Fed dipimpin oleh saham-saham sektor konsumsi seperti Home Depot, yang biasanya mendapat manfaat dari penurunan suku bunga.

