Harga Emas Dunia Anjlok, Pasar Fokus pada Sentimen Ini
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Harga emas dunia melemah signifikan pada perdagangan Selasa (8/7/2025), seiring meningkatnya optimisme atas negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan negara mitra, serta sentimen risk-on yang kembali mendominasi pasar keuangan global.
Baca Juga
‘Deadline’ Makin Dekat, AS Akan Kirim Surat Pemberitahuan Tarif ke Mitra Dagang Global
Harga spot emas turun 0,8% ke level 3.307,16 dolar AS per ons, setelah sempat menyentuh posisi terendah dalam lebih dari satu pekan. Kontrak berjangka emas AS ditutup melemah 0,8% di 3.316,9 dolar AS. Penurunan ini diperkuat oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun ke level tertinggi dua pekan dan penguatan dolar sebesar 0,1%.
“Fokus pasar saat ini adalah pada tenggat 9 Juli terkait tarif dagang. Tapi dengan penundaan ke 1 Agustus dan harapan akan kompromi, pasar menjadi lebih optimistis,” ujar Peter Grant, Wakil Presiden dan Kepala Strategi Logam di Zaner Metals, seperti dikutip CNBC.
Presiden Donald Trump pada awal pekan ini memulai kembali tensi perang dagang dengan mengancam 14 negara dengan tarif tinggi. Meski demikian, dengan tenggat dimundurkan, Jepang dan Korea Selatan mengisyaratkan upaya negosiasi lanjutan dengan Washington.
Baca Juga
Trump Umumkan Tarif Baru hingga 40% ke 14 Negara, Indonesia Termasuk
Di sisi lain, pelaku pasar menantikan risalah pertemuan terakhir Federal Reserve yang akan dirilis Rabu waktu setempat. Sejumlah pejabat The Fed juga dijadwalkan menyampaikan pandangannya dalam pekan ini, guna memberikan arah lebih lanjut terhadap kebijakan suku bunga dan inflasi.
“Ancaman inflasi dari tarif mungkin akan mendorong The Fed menunda pemangkasan suku bunga hingga tahun depan. Ini akan menjadi faktor penahan bagi kenaikan harga emas,” kata Hamad Hussain, ekonom iklim dan komoditas di Capital Economics.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi kurang menarik di tengah kenaikan yield obligasi dan ekspektasi bahwa pelonggaran moneter tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Pasar saat ini memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 50 basis poin baru akan dimulai Oktober mendatang.

