Vanguard Abaikan Euforia Bitcoin ETF, Tetap Konsisten di Saham dan Obligasi
JAKARTA, Investortrust.id – Otoritas Pasar Modal Amerika Serikat (SEC) dikabarkan akan memberikan persetujuan dilansirnya Bitcoin ETF dalam waktu dekat. Para analis dan pelaku industri pasar modal pun memberikan prediksi mereka mengenai dampak potensial yang bisa bakal dialami pasar kripto.
Dalam wawancara terbaru di acara 'The Exchange' CNBC, Tim Buckley, Chairman dan CEO di Vanguard Group, lembaga aset terbesar kedua di dunia, menyatakan pihaknya justru tidak berencana mengikuti tren Bitcoin (BTC) Exchange Traded Fund (ETF) berbasis spot.
Baca Juga
Koin Baru Berpotensi Melonjak Saat ETF Bitcoin BlackRock Mulai Dikaji SEC
Sikap tegas Buckley terhadap isu ini terlihat jelas saat dia menyatakan: "Kami tidak akan mengejar Bitcoin ETF, sama seperti kami tidak menggunakan emas sebagai kelas aset untuk klien kami."
Dia menjelaskan filosofi investasi Vanguard, yang fokus pada kelas aset bernilai intrinsik dan arus kas. Menurutnya, Bitcoin, layaknya emas, tidak sejalan dengan kriteria yang ditetapkan perusahaan untuk investasi jangka panjang.
Selama wawancara yang berlangsung di markas Vanguard di Pennsylvania, Buckley berbagi pandangannya tentang kondisi saham dan obligasi saat ini, serta perilaku investor menghadapi kenaikan suku bunga. Pesan intinya kepada investor adalah "tetap pada jalur", suatu prinsip yang secara konsisten terbukti berhasil dalam berbagai kondisi pasar.
Di dunia investasi, dengan proyeksi return saham sepuluh tahun berada sekitar 5% per tahun, termasuk obligasi, investor pun memiliki preferensi lebih besar untuk menyimpan dananya dalam bentuk uang tunai. Namun, Buckley mengingatkan risiko hilangnya potensi keuntungan dari obligasi dan saham jika bank sentral atau The Federal Reserve menurunkan suku bunga.
Baca Juga
Izin Pasar Spot ETF Bitcoin Kemungkinan Besar Keluar di Januari 2024
Buckley menekankan pentingnya mempertahankan perspektif jangka panjang, yang menurutnya adalah kesalahan. Mengenai pembagian secara tradisional 60/40 antara saham dan obligasi, Buckley mengonfirmasi bahwa prinsip dasar investasi seperti komposisi tersebut akan membuat hasil investasi tetap kokoh. Investor, menurutnya memerlukan aliran pendapatan yang stabil dari obligasi bersamaan dengan potensi pertumbuhan dari saham.
Pendekatan Vanguard secara konsisten berputar di sekitar pemahaman profil risiko individu dan mempertahankan strategi investasi jangka panjang. Buckley mencatat bahwa investor korporasi cenderung tetap menerapkan pendekatan ini, sehingga hanya terjadi penyesuaian pada portofolio yang minimal, bahkan selama masa-masa sulit.

