Saham Teknologi Berguguran, Mayoritas Pasar Asia Pasifik Terkena Dampak
JAKARTA, investortrust.id - Sebagian besar pasar Asia Pasifik melemah pada hari Kamis (18/7/2024) karena saham-saham terkait chip anjlok menyusul laporan pembatasan ekspor yang lebih ketat dari AS. Komentar mantan Presiden AS Donald Trump juga meningkatkan ketegangan geopolitik.
Baca Juga
Pertumbuhan PDB China Q2-2024 Mengecewakan, Pasar Asia Mayoritas Melemah
Dikutip dari CNBC, Nikkei 225 Jepang turun 2,36% untuk mengakhiri hari perdagangan di 40,126.35, sedangkan Topix turun 1,6% menjadi ditutup pada 2,868.63.
Saham Tokyo Electron, yang memasok Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC), anjlok lebih dari 8%. Saham terkait chip lainnya seperti Advantest dan Organo masing-masing turun sekitar 5% dan 3%.
Kospi Korea Selatan merosot 0,67% menjadi 2.824,35, sedangkan saham berkapitalisasi kecil Kosdaq kehilangan 0,84% dan mengakhiri sesi di 822,48. Samsung Electronics mengakhiri hari 0,23% lebih tinggi.
Saham TSMC, pembuat chip terbesar di dunia, turun lebih dari 2,43%, menyeret Taiwan Weighted Index ditutup lebih rendah sebesar 1,56%.
Ekspor Jepang naik 5,4% yoy (year on year) di bulan Juni, turun tajam dari 13,5% di bulan Mei. Impor tumbuh 3,2% YoY pada bulan lalu, turun dari 9,5% pada bulan Mei. Ekspor dan impor masing-masing meleset dari ekspektasi Reuters sebesar 6,4% dan 9,3%.
Neraca perdagangan Jepang berbalik dari defisit 1,2 triliun yen ($7,7 miliar) pada bulan Mei, menjadi surplus 224 miliar yen.
Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,64% dalam satu jam terakhir perdagangannya, sementara CSI 300 Tiongkok mengikutinya untuk mengakhiri hari dengan kenaikan 0,55% menjadi 3.520,93.
S&P/ASX 200 Australia turun 0,27% dan ditutup pada 8.036,50. Data dari biro statistik negara tersebut sebelumnya menunjukkan tingkat pengangguran yang disesuaikan secara musiman naik menjadi 4,1% di bulan Juni, meningkat 0,1 poin persentase dari bulan Mei.
Pekerjaan di Australia meningkat sekitar 50.000 orang dan pengangguran meningkat 10.000 orang, Bjorn Jarvis, kepala statistik tenaga kerja di Biro Statistik Australia, mengatakan dalam rilisnya. Tingkat partisipasi meningkat menjadi 66,9%, hanya 0,1 poin persentase di bawah angka tertinggi dalam sejarah sebesar 67% pada bulan November tahun lalu.
Di AS, pada perdagangan Kamis, Dow Jones Industrial Average ertambah 243,60 poin, atau 0,59%, berakhir pada 41,198.08. Ini adalah pertama kalinya indeks ditutup melampaui angka 41.000. Indeks S&P 500 merosot 1,39%, dengan industri teknologi informasi dan layanan komunikasi menjadi yang berkinerja paling lemah di sesi ini.
Baca Juga
Dow Melaju Tembus 41.000 di Tengah Aksi Jual Saham Teknologi di Wall Street
Nasdaq Composite turun hampir 2,8%, mencatat hari terburuk sejak Desember 2022. Indeks teknologi ini turun 2,77% menjadi berakhir pada 17,996.92 karena investor terus lebih memilih saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga dibandingkan saham-saham teknologi besar di tengah optimisme terhadap kemungkinan penurunan suku bunga.

