Lai Ching-te Menang Pemilu Taiwan, tapi DPP Kehilangan Kendali atas Parlemen
TAIPEI, Investortrust.id - Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik (DPP) yang berkuasa telah memenangkan pemilu untuk memimpin Taiwan.
Baca Juga
Lai yang dikenal dengan sebutan William Lai itu mengalahkan kandidat kedua Hou Yu-ih dari partai oposisi utama, Kuomintang (KMT), dan Ko Wen-je dari Partai Rakyat Taiwan (TPP) yang menempati posisi ketiga. Namun DPP kehilangan kendali atas badan legislatif yang mempunyai 113 kursi.
Lai yang didukung oleh presiden incumbent. memperoleh 5,58 juta suara, mencakup 40,1% suara, unggul 6,6% atas Hou, yang memperoleh 4,67 juta suara. Kandidat ketiga Ko Wen-je memperoleh dukungan dari 3,69 juta warga Taiwan, mewakili 26,5 persen suara.
“Saya menghormati pilihan akhir yang dibuat oleh rakyat Taiwan,” kata Hou Yu-ih, Sabtu (13/01/2024), seperti dikutip macaubusiness. Hou mengucapkan selamat kepada ai Ching-te dan cawapres Hsiao Bi-khim.
Ko pun mengalah dan berterima kasih kepada pendukungnya. “TPP telah menjadi kekuatan oposisi utama,” katanya.
Berbicara kepada para pendukungnya setelah kedua lawannya mengakui kekalahan, Lai berterima kasih kepada rakyat Taiwan karena telah berhasil “menulis babak baru dalam demokrasi.”
“Kami menyampaikan kepada komunitas internasional bahwa antara demokrasi dan otoritarianisme, kami akan berpihak pada demokrasi,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia juga akan mencoba melakukan pendekatan dengan Tiongkok.
“Saya akan bertindak… dengan cara yang seimbang dan mempertahankan status quo lintas selat,” katanya.
Lai Ching-te menggantikan Tsai Ing-wen, juga dari DPP yang berkuasa, sebagai pemimpin pulau dengan pemerintahan sendiri, posisi yang di Taiwan secara resmi disebut sebagai presiden Republik Tiongkok.
Namun DPP kehilangan kendali atas badan legislatif di pulau tersebut (Legislatif Yuan), setelah memperoleh 51 dari 113 kursi, sedangkan KMT mendapat 52 kursi dan TPP 8, berdasarkan hasil sementara.
Pemerintah Pusat Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang menekankan bahwa hasil pemilihan pemimpin dan badan legislatif di pulau tersebut menunjukkan bahwa DPP “tidak mewakili opini publik arus utama di pulau tersebut”.
“Pemilu ini tidak dapat mengubah pola dasar dan arah perkembangan hubungan lintas selat… juga tidak dapat menghentikan kecenderungan umum bahwa negara pada akhirnya akan, dan pasti akan, bersatu kembali,” kata juru bicara Kantor Urusan Taiwan di Beijing.
Dia mengatakan Beijing “dengan tegas menentang aktivitas separatis ‘kemerdekaan Taiwan’ dan campur tangan kekuatan eksternal”.
Baca Juga
Xi Jinping Sebut ‘Reunifikasi’ dengan Taiwan tak Bisa Dihindari

