Dipicu Spekulasi Pertemuan OPEC+ dan Penutupan ‘Black Sea’, Harga Minyak Naik Hampir 2%
NEW YORK, Investortrust.id - Harga minyak naik pada hari Rabu (29/11/2023) waktu AS karena investor mengalihkan perhatian mereka ke pertemuan OPEC+ yang akan memutuskan kebijakan produksi.
Baca Juga
Sementara itu, gangguan pasokan yang disebabkan oleh badai di Laut Hitam (Black Sea) dan penurunan persediaan AS mendorong pembelian.
Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate untuk bulan Januari naik $1,45, atau 1,9%, menjadi $77,86 per barel, sedangkan kontrak minyak mentah Brent untuk bulan Januari naik $1,42, atau 1,74%, menjadi $83,10 per barel.
Kedua minyak acuan tersebut naik sekitar 2% pada hari Selasa karena pasar mengantisipasi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya seperti Rusia (OPEC+), akan memperpanjang atau memperdalam pengurangan pasokan.
OPEC+ pada hari Rabu melanjutkan pembicaraan, yang menurut sumber dianggap alot. Namun, pertemuan untuk memutuskan kebijakan produksi tahun depan pada hari Kamis diperkirakan akan berjalan sesuai jadwal..
“Jika mereka (OPEC+) gagal mencapai kesepakatan awal, kita tidak dapat mengesampingkan risiko penundaan pertemuan lebih lanjut, yang kemungkinan akan memberikan tekanan pada harga minyak,” Warren Patterson dan Ewa Manthey, analis dari ING bank, menyatakan dalam sebuah catatan kepada klien, seperti dikutip C NBC.
Badai hebat di wilayah Laut Hitam telah mengganggu ekspor minyak hingga 2 juta barel per hari (bpd) dari Kazakhstan dan Rusia, menurut data pejabat negara dan agen pelabuhan, sehingga meningkatkan prospek terbatasnya pasokan jangka pendek.
Ladang minyak terbesar di Kazakhstan mengurangi produksi minyak harian gabungan sebesar 56% mulai 27 November, kata kementerian energi Kazakh.
Pasar minyak juga mendapat dukungan dari penurunan persediaan minyak mentah AS. Persediaan minyak mentah AS turun 817.000 barel pada minggu lalu, menurut sumber pasar yang mengutip angka American Petroleum Institute.
Delapan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan rata-rata persediaan minyak mentah turun sekitar 900.000 barel dalam sepekan hingga 24 November.
Baca Juga

