Imbal Hasil Obligasi AS Menanjak Awal 2024, Ini Penyebabnya
NEW YORK, Investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Selasa ketika perdagangan tahun 2024 dimulai.
Baca Juga
Pelaku pasar masih menyimpan pertanyaan tentang prospek suku bunga dan keadaan ekonomi.
Mengutip CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun naik hampir 9 basis poin menjadi 3,946%. Imbal hasil Treasury 2-tahun terakhir kali lebih tinggi 8 basis poin menjadi 4,328%.
Tahun 2023 menandai tahun yang penuh gejolak bagi pasar obligasi, dengan imbal hasil Treasury 10-tahun naik di atas 5% pada bulan Oktober sebelum mengakhiri tahun ini di bawah 3,9%.
Kenaikan suku bunga, inflasi yang terus-menerus, ketakutan terhadap resesi, dan guncangan pasar seperti krisis perbankan regional di AS merupakan beberapa faktor yang membentuk pasar obligasi pada tahun 2023, dan beberapa di antaranya kemungkinan besar juga akan berdampak signifikan pada tahun depan.
Pasar secara luas memperkirakan Federal Reserve telah mencapai akhir dari siklus kenaikan suku bunganya, dengan bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah pada tiga pertemuan terakhirnya. Penurunan suku bunga diperkirakan terjadi pada tahun 2024, dengan The Fed mengatakan pihaknya mengantisipasi tiga penurunan suku bunga. Kapan pemotongan tersebut akan dilakukan masih belum jelas.
Bahkan setelah penurunan suku bunga awal, suku bunga akan tetap lebih tinggi, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya terhadap perekonomian dan apakah AS akan mengalami resesi tahun ini.
Tidak ada data penting yang diharapkan pada hari Selasa. Namun, investor akan mendapatkan wawasan baru mengenai keadaan pasar tenaga kerja seiring dengan berlanjutnya minggu ini dengan adanya lowongan pekerjaan JOLTS yang akan dirilis pada hari Rabu, diikuti oleh laporan gaji swasta ADP pada hari Kamis dan laporan pekerjaan bulan Desember pada hari Jumat.
Baca Juga

