Presiden Iran Janji Akan Hancurkan Israel Jika…
TEHERAN, investortrust.id - Presiden Iran, Ebrahim Raeisi, bertekad akan menghancurkan Israel jika mereka melakukan invasi sekecil apa pun terhadap negaranya. Hal ini disampaikan Raeisi saat parade militer dipindahkan ke barak di utara ibu kota, Teheran, dari tempat biasanya di jalan raya di pinggiran selatan kota.
“Jika ada invasi sekecil apa pun, tidak akan ada yang tersisa dari rezim Zionis (Israel),” kata Ebrahim Raeisi, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita resmi IRNA, dikutip Kamis (18/4/2024).
Sebagaimana diketahui konflik di Timur Tengah memanas setelah Iran melakukan serangan udara dengan meluncurkan lebih dari 300 drone dan rudal terhadap sasaran militer di Israel pada hari Sabtu (13/4/2024) waktu setempat.
Serangan itu sendiri merupakan tanggapan atas serangan terhadap kompleks kedutaan Iran di Suriah pada tanggal 1 April yang menewaskan 12 orang, termasuk dua jenderal Iran. Iran menyalahkan Israel atas serangan tersebut, meski Israel belum mengaku terlibat.
Raeisi mengatakan, serangan udara ke Israel tersebut hanya serangan terbatas alias hanya sebagai peringatan. Maka dari itu Raeisi mengultimatum, jika Israel membalas dengan melakukan invasi dan membuat Iran terprovokasi, maka ia tak segan melakukan serangan yang lebih besar.
Israel sendiri berhasil mencegat hampir setiap rudal dan drone yang diluncurkan Iran dalam serangan tersebut berkat bantuan dari Amerika Serikat (AS). Israel membanggakan tingkat keberhasilannya sebesar 99%, melalui penggunaan Iron Dome dan David’s Sling Systems.
Baca Juga
Terdampak Perang Iran-Israel, Pemerintah Perlu Utamakan 3 Kebijakan untuk Masyarakat Rentan
Menegangnya konflik Iran-Israel ini sejatinya membuat banyak negara waswas, termasuk Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, berharap agar eskalasi konflik Iran-Israel tidak terjadi karena bisa menyebabkan harga minyak dunia melonjak.
"Jangan sampai eskalasi berkelanjutan. Makanya semua negara-negara berupaya supaya jangan terjadi eskalasi berkelanjutan," kata Arifin Tasrif.
Baca Juga
Konflik Israel-Iran, Kanselir Jerman Minta Israel Fokus Diplomasi Regional

