Eropa Dilanda Kerusuhan, Kemenlu Pantau Keselamatan WNI
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau keselamatan warga negara Indonesia (WNI) di Eropa, khususnya Prancis. Hal ini dilakukan di tengah kerusuhan yang melanda Prancis dan sejumlah negara Eropa lainnya.
Demikian disampaikan Menlu Arrmanatha Nasir seusai rapat dengan Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Baca Juga
Prancis Dilanda Kerusuhan dan Penjarahan, Macron: Perusuh Akan Ditindak Tegas
"Tentu terus kita, tentu terus kita pantau situasi di Eropa, khususnya di Prancis dan beberapa negara lainnya," kata Menlu Tata, sapaan Arrmanatha Nasir.
Menlu mengatakan, dalam rapat tersebut hanya menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo.
"Tadi hanya, kita hanya melapor ya," katanya.
Diberitakan, demonstrasi nasional yang menyoroti kenaikan biaya hidup dan buruknya kondisi sekolah di Prancis berujung pada kerusuhan dan penjarahan. Sedikitnya 1.800 orang ditangkap.
Menurut otoritas, sekitar 550.000 orang mengikuti demonstrasi di seluruh Prancis. Penyelenggara memperkirakan jumlahnya mencapai 800.000 orang.
Aksi itu merespons seruan serikat pekerja, organisasi mahasiswa, dan aktivis yang ingin menghidupkan kembali gerakan rompi kuning atau yellow vest, yang muncul pada 2018 untuk memprotes ketidakadilan sosial.
Baca Juga
Kemenlu Tetapkan Perlindungan WNI dan Kemerdekaan Palestina jadi Prioritas
Selain Prancis, gelombang demonstrasi akibat mahalnya biaya hidup, krisis perumahan, buruknya layanan publik, hingga tuduhan korupsi juga melanda sejumlah negara Eropa lainnya. Kerusuhan dan aksi protes terjadi di Albania, Italia, dan Belgia. Sementara, Portugal diguncang demonstrasi besar terkait tekanan ekonomi dan perumahan.
