Wall Street Tertekan Kenaikan Yield Obligasi AS, Saham Bank Berguguran
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham Amerika Serikat kembali ditutup melemah pada perdagangan Selasa waktu AS atau Rabu (30/9/2026). Dow Jones Industrial Average turun 131,59 poin atau 0,26% menjadi 51.349,92. Indeks S&P 500 turun tipis 0,16% ke 7.670,84, sedangkan Nasdaq Composite terkoreksi 0,09% menjadi 26.797,54.
Baca Juga
Wall Street Ambruk Dipicu Kenaikan Yield Obligasi AS, Dow Tergerus Hampir 350 Poin
Ketiga indeks utama Wall Street berhasil memangkas sebagian besar pelemahan sepanjang sesi, tetapi tetap mencatat penurunan untuk dua hari perdagangan berturut-turut.
Kenaikan yield obligasi pemerintah AS menjadi perhatian utama investor. Yield Treasury 30 tahun sempat menembus 5,6%, level yang terakhir terlihat pada Juni 2002. Sementara yield Treasury 10 tahun sempat menembus 5,29%.
Kenaikan imbal hasil obligasi biasanya memberikan tekanan terhadap saham karena meningkatkan tingkat diskonto yang digunakan investor dalam menilai prospek keuntungan perusahaan.
Baca Juga
Yield Obligasi AS 30-Tahun Tembus 5,6%, Level Tertinggi dalam 2 Dekade
Sektor perbankan mengalami tekanan. Saham JPMorgan Chase, Morgan Stanley dan Bank of America semuanya melemah. State Street Financial Select Sector SPDR ETF (XLF), yang mencerminkan sektor keuangan, juga ditutup lebih rendah.
Tekanan terhadap saham terjadi setelah harga minyak dan yield Treasury sama-sama meningkat dalam beberapa sesi terakhir.
Pada perdagangan Senin, Dow Jones anjlok lebih dari 300 poin, sementara S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,8% dan 0,9%.
"Pasar meyakini inflasi akan turun dan penurunan itu akan terjadi melalui penghancuran permintaan," kata Jeff Klingelhofer, managing director sekaligus portfolio manager Aristotle Pacific Capital, kepada CNBC.
Menurut Klingelhofer, perubahan ekspektasi tersebut menjelaskan mengapa saham melemah sementara suku bunga bergerak naik.
Pergerakan pasar juga mencerminkan meningkatnya perhatian investor terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve di tengah tekanan inflasi dan tingginya biaya energi.
Kinerja Bulanan Wall Street
Secara bulanan, kinerja indeks utama Wall Street masih bervariasi. Hingga perdagangan Selasa, S&P 500 dan Dow masing-masing turun 0,2% dan 3,5% sepanjang September.
Bagi Dow, kondisi tersebut akan mengakhiri rentetan kenaikan selama lima bulan apabila bertahan hingga akhir September.
Sebaliknya, Nasdaq masih membukukan kenaikan lebih dari 1% sepanjang bulan berjalan.
Baca Juga
Nasdaq Tembus Rekor Baru, Wall Street Cermati Diplomasi AS-Iran
Untuk kuartal ketiga, S&P 500 dan Nasdaq masih naik sekitar 2%. Sementara Dow Jones turun hampir 2% sepanjang kuartal tersebut.
Pergerakan saham pada akhir September akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan yield Treasury, prospek inflasi, harga minyak serta ekspektasi kebijakan suku bunga Federal Reserve.
