Wall Street Melemah, Investor Cermati Data Inflasi AS dan Kinerja Nvidia
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id — Indeks saham utama Amerika Serikat bergerak terbatas pada perdagangan Rabu waktu AS atau Kamis (27/8/2026) WIB. Data PCE terbaru menunjukkan inflasi masih relatif tinggi.
S&P 500 ditutup nyaris tidak berubah di level 7.675,70. Nasdaq Composite turun tipis 0,08% menjadi 26.130,20, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 113,52 poin atau 0,21% ke posisi 53.463,88.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Turun, Indeks Utama Wall Street Kompak Menguat
Pergerakan pasar yang hampir 'flat' berlangsung setelah Departemen Perdagangan AS merilis data indeks harga personal consumption expenditures (PCE) Juli.
Inflasi PCE meningkat sedikit lebih tinggi dari perkiraan, sementara inflasi inti PCE yang tidak memasukkan harga makanan dan energi sesuai dengan ekspektasi pasar.
Data tersebut memperkuat perhatian investor terhadap kemungkinan arah kebijakan Federal Reserve dalam beberapa bulan ke depan.
Pasar obligasi juga menjadi perhatian. Imbal hasil Treasury AS relatif tidak banyak berubah pada Rabu setelah turun secara luas sehari sebelumnya. Imbal hasil Treasury 10 tahun turun hampir 8 basis poin pada Selasa.
Pekan sebelumnya, imbal hasil obligasi pemerintah AS mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Imbal hasil Treasury 30 tahun bahkan mencapai level yang belum terlihat dalam hampir dua dekade.
Baca Juga
Inflasi PCE AS Juli Masih Tinggi, Peluang Pemangkasan FFR September Makin Terbatas
Fokus utama pasar saham adalah laporan keuangan Nvidia yang dirilis setelah penutupan perdagangan Rabu.
Wall Street memperkirakan Nvidia membukukan laba per saham sebesar US$2,09 dengan pendapatan US$92,28 miliar, berdasarkan data FactSet.
Kinerja Nvidia dinilai memiliki arti lebih luas bagi pasar karena perusahaan pembuat chip tersebut merupakan anggota terbesar S&P 500 berdasarkan kapitalisasi pasar, yang telah melampaui US$5 triliun.
Investor mencermati bukan hanya capaian pendapatan dan laba, tetapi juga prospek permintaan chip untuk kecerdasan buatan (AI).
Ulrike Hoffmann-Burchardi, Chief Investment Officer Americas sekaligus Global Head of Equities UBS, mengatakan laporan Nvidia berpotensi meningkatkan volatilitas pasar. Investor, menurut dia, mengharapkan pertumbuhan laba yang kuat sekaligus panduan kinerja ke depan yang menunjukkan permintaan chip AI masih berkelanjutan.
Investor juga menunggu pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat dalam simposium tahunan bank sentral AS di Jackson Hole, Wyoming.
Pasar berharap Warsh memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter, meskipun sebagian pelaku pasar memperkirakan dia masih akan berhati-hati dan tidak memberikan sinyal kuat sebelum pertemuan FOMC September.
Ben Fulton, CEO WEBs Investments, mengatakan jika Warsh tidak memberikan banyak arahan, investor kemungkinan justru semakin mempertanyakan arah kebijakan The Fed. Sebaliknya, apabila Warsh memberikan perspektif yang lebih jelas, pernyataannya berpotensi membantu menenangkan pasar.
“Ini bukan pasar dengan tingkat keyakinan tinggi. Kita perlu mulai melihat kejelasan,” ujar Fulton, seperti dikutip CNBC.
Di tengah tingginya ketidakpastian mengenai inflasi, suku bunga dan imbal hasil obligasi, investor tampaknya memilih bersikap hati-hati. Perhatian pasar dalam beberapa hari ke depan akan tertuju pada kombinasi kinerja perusahaan teknologi besar dan sinyal kebijakan moneter The Fed.
