Trump Ancam Naikkan Tarif Otomotif Kanada Jadi 50% Usai Perundingan Dagang Gagal
Poin Penting
|
WASHINGTON, Investortrust.id -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pada hari Senin bahwa dirinya akan menggandakan tarif pada kendaraan asal Kanada mulai tahun depan. Kebijakan ini diambil seiring dengan memanasnya eskalasi perang dagang di antara kedua negara yang secara historis menjalin hubungan baik tersebut. Langkah balasan Trump muncul setelah negosiasi pada hari Jumat gagal mencapai kesepakatan untuk menghindarkan Kanada dari pengenaan tarif baru sebesar 50 persen pada produk-produk pilihan yang telah berlaku sejak hari Sabtu. Melalui platform Truth Social miliknya, Trump menegaskan, "Pada 1 Januari 2027, Tarif untuk semua Mobil, Truk, baik besar maupun kecil, Suku Cadang Otomotif, dan Baja, akan dinaikkan menjadi 50 persen."
Saat ini, tarif AS yang mengenakan produk otomotif Kanada berada di angka 25 persen untuk komponen non-AS, sementara impor baja ke Amerika Serikat secara umum telah menghadapi bea masuk sebesar 50%.
Hingga saat ini, para produsen mobil di AS belum memberikan komentar resmi terkait pernyataan Trump tersebut. Gedung Putih sebelumnya menuding adanya "perlakuan diskriminatif" oleh Kanada terhadap produk alkohol, otomotif, dan produk susu asal AS saat meluncurkan tarif 50 persen. Trump sempat menunda penerapan tarif tersebut selama tiga hari pada pekan lalu ketika Washington dan Ottawa mengintensifkan pembicaraan untuk mencapai kesepakatan.
Negosiator utama Kanada Dominic LeBlanc beserta timnya sempat menghabiskan waktu berjam-jam di kantor Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer di Washington pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu. Namun, kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan berlanjut hingga Jumat malam.
Perwakilan Perdagangan AS Jamieson Greer mengungkapkan kepada New York Times bahwa pemerintahan Trump sebenarnya sempat menawarkan untuk menghapus tarif 10 persen pada kayu lunak dan mengurangi tarif otomotif 25 persen, serta siap memotong tarif baja dari 50 persen menjadi 25 persen untuk sebagian besar baja Kanada. Meski demikian, bea masuk terbaru tetap menghantam sekitar 5,5 persen barang-barang Kanada yang masuk ke AS, atau senilai sekitar US$ 20 miliar produk mulai dari stik hoki hingga semen.
Baca Juga
Negosiasi Dagang Buntu, AS Terapkan Tarif Impor 50% untuk Barang Kanada
Setelah berjalan keluar dari apa yang disebutnya sebagai "kesepakatan buruk," Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan tarif balasan yang akan mulai berlaku pada 8 September. Tarif balasan Kanada akan menargetkan produk baja dan susu AS, sekaligus mencakup sektor lain seperti peralatan pertanian, bubur kertas dan kertas, hingga barang elektronik.
Carney menegaskan bahwa tujuan pembicaraan dagang dengan Washington "selalu untuk mendapatkan kesepakatan terbaik bagi warga Kanada, bukan kesepakatan dengan harga berapa pun atau dalam jangka waktu berapa pun."
Ia menambahkan bahwa meskipun ada kemajuan menuju pakta perdagangan, "momentum tersebut berbalik" pada akhirnya, sambil menekankan bahwa membangun di dalam negeri dan mendiversifikasi perdagangan ke luar negeri telah menjadi "rencana A sejak awal."
Carney mengungkapkan salah satu alasan runtuhnya kesepakatan tersebut adalah karena negosiator AS meminta pembatasan menit-menit terakhir pada kesepakatan perdagangan Kanada dengan negara-negara lain. Selain itu, negosiator AS juga melontarkan "ancaman" yang tidak dapat diterima terhadap bahasa Prancis dan "budaya Quebec," merujuk pada provinsi berpenutur bahasa Prancis di Kanada timur.
Menurut survei yang dirilis oleh Angus Reid Institute pada hari Minggu, tiga dari empat warga Kanada mendukung keputusan pemerintahan Carney untuk mundur dari pembicaraan dagang, meskipun dua dari lima responden menyimpan kekhawatiran terkait pekerjaan mereka. Perdana Menteri Ontario Doug Ford mengecam ancaman tarif otomotif Trump dengan menegaskan kepada Newtalk 580 CFRA Ottawa, "Kami akan menghadapinya dengan kekuatan penuh."
Sikap keras Washington tercermin dari penyataan Trump yang menuding bahwa "Kanada telah merugikan Amerika Serikat selama bertahun-tahun" dan menambahkan "kita tidak membutuhkan Kanada, merekalah yang membutuhkan kita." Amerika Serikat sendiri sejauh ini merupakan mitra dagang terbesar Kanada, di mana ekspor Kanada ke AS mencakup 70% dari total keseluruhan ekspornya.
Sebaliknya, data pemerintah menunjukkan Kanada merupakan mitra dagang barang terbesar kedua bagi Amerika Serikat tahun ini di belakang Meksiko. Selain perselisihan tarif, Washington dan Ottawa juga harus menyepakati revisi perjanjian perdagangan bebas AS-Meksiko-Kanada (USMCA) yang ditolak Trump untuk diperbarui, di tengah ancaman Trump untuk menjadikan Kanada sebagai negara bagian AS ke-51 yang memicu kemarahan publik Kanada.
