Prabowo dan PM Wong Sepakat Utamakan Dialog dan Diplomasi untuk Selesaikan Sengketa
JAKARTA, investortrust.id - Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong membahas berbagai hal dalam pertemuan Leader's Retreat di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026). Selain membahas penguatan kerja sama RI-Singapura, kedua pemimpin juga membahas persoalan regional dan global yang berpotensi memengaruhi kehidupan masyarakat kedua negara.
"Di luar agenda bilateral juga dibahas masalah global, masalah regional, hal-hal yang akan mempunyai dampak pada kehidupan kita," kata Prabowo dalam pernyataan bersama PM Lawrence Wong di Istana Merdeka.
Baca Juga
Pertemuan Prabowo dan PM Wong Hasilkan 26 Kesepakatan RI-Singapura, Ini Daftarnya
Dalam pertemuan itu, Presiden Prabowo menyatakan, Indonesia dan Singapura memiliki komitmen yang sama untuk terus mendorong penyelesaian konflik secara damai.
"Kita menegaskan bahwa ASEAN berpandangan setiap sengketa harus diselesaikan secara damai dengan dialog dan diplomasi," katanya.
Prinsip tersebut, kata Prabowo, tidak hanya terkait persoalan di kawasan Asia Tenggara, tetapi juga terkait konflik yang terjadi di seluruh kawasan.
"Tidak hanya di kawasan kita tapi di semua kawasan," ujarnya.
Prabowo menyatakan, sebagai negara tetangga, Indonesia dan Singapura telah lama menjadi mitra yang sangat dekat. Kedua negara memiliki kepentingan yang sama karena berada di kawasan yang sama.
Kedua negara memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian. Ditekankan, kemakmuran tak akan tercapai tanpa stabilitas dan perdamaian. Oleh karena itu, upaya menjaga perdamaian harus terus dilakukan.
"Kita paham dan mengerti bahwa kemakmuran tidak akan pernah datang tanpa perdamaian dan stabilitas," kata Prabowo.
Ia menambahkan, pembahasan dalam Leaders' Retreat tidak hanya bertujuan menjawab tantangan saat ini, tetapi juga mempersiapkan kemitraan strategis kedua negara di masa depan.
Baca Juga
Prabowo Sebut Pertemuan dengan PM Wong Tunjukkan Hubungan Istimewa RI-Singapura
"Pembahasan kita hari ini tidak hanya menjadi respons terhadap tantangan saat ini, tapi juga mempersiapkan kemitraan kita untuk masa depan," katanya.

