Pasar Tunggu Sinyal The Fed Soal Pemangkasan Suku Bunga, Kevin Warsh: Inflasi Masih Terlalu Tinggi
Poin Penting
|
SINTRA, investortrust.id – Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh, belum memberikan sinyal mengenai arah kebijakan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) akhir Juli. Meski demikian, ia menegaskan bahwa inflasi di Amerika Serikat masih berada pada tingkat yang terlalu tinggi sehingga pengendalian harga tetap menjadi fokus utama bank sentral.
Baca Juga
The Fed Tahan Suku Bunga Acuan di Kisaran 3,5% - 3,75%, Buka Peluang Kenaikan Tahun Ini
Dalam forum ECB Forum on Central Banking di Sintra, Portugal, Rabu (1/7/2026) waktu setempat, Warsh menghindari spekulasi mengenai keputusan suku bunga yang akan diumumkan pada akhir bulan.
"Kita semua berada dalam bisnis menjaga stabilitas harga. Mungkin itu bukan satu-satunya tugas kita, tetapi dari berbagai diskusi selama beberapa hari terakhir, satu hal yang jelas adalah kita semua melihat bahwa harga masih terlalu tinggi," ujar Warsh dalam wawancara dengan CNBC.
Pernyataan tersebut memperkuat pandangan bahwa The Fed belum terburu-buru melonggarkan kebijakan moneternya, meskipun pasar terus mencermati peluang penurunan suku bunga apabila tekanan inflasi terus mereda.
Baca Juga
Sinyal The Fed Guncang Pasar, Ini 5 Pesan Penting dari Rapat Perdana Era Kevin Warsh
Warsh, yang dikukuhkan sebagai Ketua The Fed pada Mei lalu, mengatakan bank sentral kini tengah melakukan pembenahan internal melalui pembentukan lima gugus tugas yang akan mengevaluasi berbagai fungsi strategis Federal Reserve. Susunan tim tersebut dijadwalkan diumumkan pada pekan depan.
Menurut Warsh, reformasi tersebut bertujuan memperkuat kemampuan The Fed dalam membaca kondisi ekonomi secara lebih cepat dan akurat.
"Harapan saya, dalam sembilan hingga dua belas bulan ke depan, kita sudah menggunakan teknologi baru untuk memahami kondisi ekonomi riil secara real-time sehingga bank sentral dapat mengambil keputusan yang lebih baik," katanya.
Salah satu fokus utama pembaruan tersebut adalah pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) serta analisis data secara langsung untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan kebijakan moneter.
Forum di Sintra juga dihadiri oleh Presiden Christine Lagarde, Gubernur Andrew Bailey, serta Gubernur Tiff Macklem, yang membahas tantangan bank sentral dalam menghadapi inflasi, produktivitas, dan perkembangan teknologi AI.
Pasar Menanti Arah The Fed
Komentar Warsh menjadi perhatian pelaku pasar global karena merupakan penampilan publik pertamanya sejak resmi menjabat sebagai Ketua The Fed, selain konferensi pers usai rapat kebijakan dua pekan lalu.
Sepanjang tahun ini, Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya di level saat ini sambil mengevaluasi keseimbangan antara tekanan inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi pasar tenaga kerja.
Sejumlah analis menilai pernyataan Warsh yang kembali menegaskan bahwa inflasi masih terlalu tinggi mengindikasikan The Fed tetap berhati-hati sebelum mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. Sikap tersebut berpotensi menjaga imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi serta menopang penguatan dolar AS dalam jangka pendek.
Investor kini menantikan serangkaian data ekonomi penting, termasuk inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat, yang akan menjadi pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga pada pertemuan FOMC bulan Juli.
