Iran Hentikan Kontak dengan AS, Pasar Eropa Bergejolak
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Bursa saham Eropa melemah pada perdagangan Senin (01/6/2026). Harapan pasar terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali memudar.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 anjlok sekitar 1% pada sesi perdagangan pertama bulan Juni. Mayoritas sektor berada di zona merah, sementara bursa utama di London, Frankfurt, Paris, dan Milan juga mencatat penurunan.
Sentimen pasar memburuk setelah media Iran melaporkan bahwa tim negosiasi Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan Washington melalui mediator, menyusul meningkatnya operasi militer Israel di Lebanon. Laporan tersebut juga menyebut Iran berencana menutup sepenuhnya Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia.
Kekhawatiran terhadap pasokan energi global langsung mendorong harga minyak melonjak lebih dari 6% dalam sehari.
Situasi semakin rumit setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer memperluas operasi di Lebanon meskipun gencatan senjata telah diumumkan pada April lalu. Langkah tersebut memicu kecaman dari sejumlah negara Eropa.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menyatakan eskalasi militer Israel telah menyebabkan korban sipil, kerusakan infrastruktur, dan mempersempit ruang diplomasi. Inggris, Jerman, dan Prancis menyerukan penghentian operasi militer tersebut.
Sektor Teknologi
Meski pasar secara keseluruhan melemah, sektor teknologi Eropa menjadi pengecualian.
Katalis utama datang dari pengumuman grup investasi Jepang, SoftBank Group, yang berkomitmen menanamkan investasi sebesar 45 miliar euro di Prancis dalam lima tahun ke depan untuk pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (AI). Total komitmen investasi SoftBank di negara tersebut mencapai 75 miliar euro.
Kabar itu mendorong indeks teknologi Stoxx Europe melonjak 1,4% dan menyentuh level tertinggi sejak September 2020.
EasyJet Melonjak 10%
Perhatian investor juga tertuju pada EasyJet setelah muncul spekulasi bahwa perusahaan investasi AS Castlelake tengah mempertimbangkan tawaran akuisisi.
Manajemen EasyJet menyatakan belum menerima proposal resmi apa pun, namun akan mempertimbangkan setiap tawaran yang masuk.
Saham EasyJet ditutup melonjak 10%, meskipun dalam lima tahun terakhir harga saham maskapai tersebut masih turun lebih dari 40% akibat tekanan industri penerbangan global.
Sementara itu di Asia, reli saham teknologi Korea Selatan berlanjut. Indeks Kospi melonjak 3,7%, didorong kenaikan lebih dari 10% saham Samsung Electronics yang mencapai rekor tertinggi baru.

