Bursa Eropa di Zona Hijau, Saham AkzoNobel Melambung 20%
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Rabu (27/5/2026). Perhatian investor tertuju pada perkembangan konflik Iran dan penurunan harga minyak dunia yang meredakan kekhawatiran inflasi energi.
Baca Juga
Bursa Eropa Naik Tajam, Sentuh Level Tertinggi Sejak Perang Iran
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 naik 0,1%, sementara bursa utama di London, Paris, dan Frankfurt semuanya berakhir di zona hijau.
Pasar Eropa masih dibayangi perang Iran setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan yang disebut sebagai aksi “membela diri” di wilayah selatan Iran. Komando Pusat AS menyebut serangan itu menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal Iran yang diduga berusaha menebar ranjau.
Kementerian Luar Negeri Iran langsung mengecam tindakan tersebut sebagai “pelanggaran besar” terhadap gencatan senjata rapuh antara kedua negara.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan Selat Hormuz harus dibuka kembali “dengan cara apa pun.” Pernyataan itu muncul di tengah optimisme Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut negosiasi perdamaian dengan Iran “berjalan baik.”
Sorotan utama pasar datang dari AkzoNobel, produsen cat Dulux, yang sahamnya melonjak 20% setelah perusahaan menolak tawaran akuisisi gabungan dari Nippon Paint dan Sherwin-Williams senilai 73 euro per saham.
Manajemen AkzoNobel menegaskan dewan direksi secara bulat tetap mendukung rencana merger dengan Axalta. Perusahaan menilai proposal akuisisi tersebut belum mencerminkan nilai dan prospek jangka panjang bisnisnya serta menawarkan kepastian transaksi yang rendah.
Di sektor lain, saham otomotif Eropa turut menopang pasar. Indeks sektor otomotif naik 2,6% setelah data ACEA menunjukkan registrasi mobil baru di Uni Eropa meningkat 5,1% secara tahunan.
Saham Renault melonjak 4,1%, sementara Stellantis naik 3,8%. Saham Volkswagen menguat 2,4%, sedangkan Mercedes-Benz dan BMW masing-masing naik 3,1% dan 2,3%.
Baca Juga
Iran Ancam Balas Serangan AS, Minyak Brent Melonjak Lebih 3%
Harga minyak dunia sempat memantul dari posisi terendah harian, namun tetap berada di bawah level psikologis US$100 per barel. Minyak Brent turun 3,4% menjadi US$96,17 per barel, sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate melemah 3,7% menjadi US$90,40 per barel.
Di Asia, pasar saham juga bergerak positif. Indeks acuan Jepang dan Korea Selatan bahkan mencetak rekor tertinggi baru, mengikuti reli saham teknologi di Wall Street yang mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq ke level penutupan tertinggi sepanjang masa.

