Kapitalisasi Pasar Micron Tembus US$1 Triliun, Saham Melonjak 18% Ditopang Demam AI
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust — Saham produsen chip memori asal Amerika Serikat, Micron Technology, melonjak tajam dan untuk pertama kalinya menembus kapitalisasi pasar US$1 triliun pada perdagangan Selasa (26/05/2026) waktu AS. Reli saham dipicu lonjakan permintaan chip memori untuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta kenaikan agresif target harga saham oleh UBS.
Laporan ini pertama kali dipublikasikan oleh CNBC pada Selasa, 26 Mei 2026 pukul 10:45 EDT dan diperbarui pada hari yang sama. Reuters dan sejumlah media keuangan global turut melaporkan perkembangan tersebut.
Saham Micron sempat melonjak hingga sekitar 18–19% dalam perdagangan intraday, membawa perusahaan itu masuk ke klub eksklusif emiten teknologi bernilai US$1 triliun. Kenaikan ini memperpanjang reli luar biasa saham Micron yang telah naik lebih dari delapan kali lipat dalam 12 bulan terakhir di tengah ledakan investasi AI global.
Momentum penguatan dipicu keputusan UBS yang hampir melipatgandakan tiga kali target harga saham Micron, dari US$535 menjadi US$1.625 per saham—tertinggi di antara sekitar 46 analis yang memantau emiten tersebut. UBS menilai perubahan struktural dalam industri memori akibat AI akan membuat valuasi Micron terus mengalami re-rating.
Dalam risetnya, UBS menyebut pasar mulai melihat Micron bukan lagi sekadar perusahaan chip memori yang bersifat siklikal, melainkan pemain utama dalam infrastruktur AI global. Kesepakatan pasokan jangka panjang dan sebagian harga yang tetap (partially fixed pricing) dinilai membuka peluang pertumbuhan laba yang lebih stabil dan berkelanjutan.
Baca Juga
Wall Street Mayoritas Melemah Terseret Saham Teknologi, tapi Dow Berbeda Arah
Micron menjadi salah satu penerima manfaat utama dari gelombang baru AI yang dikenal sebagai agentic AI, sistem AI yang mampu mengambil keputusan dan menjalankan tugas secara lebih mandiri. Jika sebelumnya perhatian investor terpusat pada produsen GPU seperti Nvidia, kini permintaan beralih ke perusahaan yang menyediakan chip memori dan penyimpanan data yang menjadi tulang punggung komputasi AI modern.
Reuters melaporkan, permintaan global terhadap high-bandwidth memory (HBM) yang digunakan dalam pusat data AI melonjak sangat tinggi hingga memicu kelangkaan pasokan global. Micron bahkan menyatakan seluruh kapasitas produksi chip HBM untuk tahun 2026 telah habis terjual dan generasi terbaru HBM4 sudah memasuki tahap produksi. Kondisi tersebut memberi ruang bagi Micron bersama pesaing Asia seperti Samsung Electronics dan SK Hynix untuk menaikkan harga produk mereka.
Reli Micron juga mengangkat sektor semikonduktor secara lebih luas. Sejumlah produsen chip lain seperti Intel, Qualcomm, AMD, dan Marvell Technology ikut menyentuh level tertinggi baru seiring optimisme pasar terhadap belanja AI jangka panjang dan transformasi industri teknologi global.
Masuknya Micron ke klub US$1 triliun mempertegas pergeseran peta persaingan AI global. Bila era awal AI didominasi produsen prosesor grafis, fase berikutnya menunjukkan bahwa chip memori kini menjadi “emas baru” dalam ekonomi digital berbasis kecerdasan buatan.

