Dow Futures Melonjak Lebih 400 Poin Setelah Trump Sebut Negosiasi AS-Iran “Berjalan Baik”
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Kontrak berjangka saham Amerika Serikat melonjak pada Senin (26/5/2026) malam seiring anjloknya harga minyak dan meningkatnya optimisme bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran mendekati penyelesaian diplomatik.
Baca Juga
Harga Minyak Dunia ‘Drop’ 7%, Pasar Tangkap Sinyal Kemajuan Negosiasi AS-Iran
Dow Jones Industrial Average futures melonjak 441 poin atau sekitar 0,9%. Sementara itu, futures indeks S&P 500 naik 0,9% dan Nasdaq-100 futures melesat 1,2%.
Pasar saham AS sendiri tutup pada Senin karena libur Memorial Day, namun pergerakan futures menunjukkan sentimen investor kembali membaik menjelang pembukaan perdagangan berikutnya.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran untuk mengakhiri konflik “berjalan dengan baik.” Meski demikian, Trump tetap memperingatkan bahwa Washington dapat kembali mengambil langkah ofensif apabila negosiasi gagal mencapai hasil.
Komentar tersebut langsung memicu aksi jual di pasar energi global. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun sekitar 6%, memperpanjang pelemahan tajam yang sudah terjadi dalam beberapa sesi terakhir.
Penurunan harga minyak menjadi katalis positif bagi pasar saham karena investor berharap tekanan inflasi global dapat mereda apabila ketegangan geopolitik di Timur Tengah berkurang.
Reli pasar saham AS sebenarnya sudah terlihat dalam beberapa pekan terakhir. Indeks S&P 500 naik 0,9% pekan lalu dan mencatat rentetan kenaikan mingguan terpanjang sejak akhir 2023.
Indeks Dow Jones menguat 2,1% dalam sepekan terakhir, menandai kenaikan mingguan ketiga dalam empat pekan. Sementara itu, Nasdaq naik 0,5% dan membukukan kenaikan dalam tujuh dari delapan pekan terakhir.
Baca Juga
Pendiri Trivariate Research, Adam Parker, menyebutkan penguatan pasar tidak hanya dipicu sentimen geopolitik, tetapi juga fundamental korporasi yang masih solid.
Menurut Parker, proyeksi pertumbuhan laba perusahaan yang diperkirakan mencapai 23% tahun ini dan 16% tahun depan menjadi alasan kuat bagi investor untuk tetap optimistis terhadap pasar saham AS.
“Fundamental jelas menjadi salah satu faktor utama di balik reli pasar,” tulis Parker, seperti dikutip CNBC.
Harga minyak AS sendiri tercatat turun 8,4% sepanjang pekan lalu, menjadi penurunan mingguan terburuk sejak 17 April.
Meski demikian, pasar masih berhati-hati karena harga energi tetap berada di level tinggi dibanding awal tahun, sehingga tekanan inflasi belum sepenuhnya hilang.
Kondisi itu membuat ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve mulai berkurang. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Juli mencapai 8,5%, naik tajam dibanding hanya 0,9% sebulan lalu.
Investor kini menanti perkembangan lanjutan negosiasi AS-Iran yang dipandang menjadi faktor utama penentu arah harga minyak, inflasi global, dan pergerakan pasar keuangan dunia dalam jangka pendek.

