Bursa Eropa Menghijau, tapi FTSE 100 Justru Tertekan
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id - Bursa saham Eropa ditutup menguat pada perdagangan Selasa (5/5/2026), di tengah perhatian investor terhadap perkembangan terbaru konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang masih menyelimuti sentimen pasar global.
Baca Juga
Bursa Eropa Tertekan, Saham Otomotif Terpukul Ancaman Tarif Trump
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 mengakhiri sesi dengan kenaikan hampir 0,7%, dengan sebagian besar sektor berada di zona hijau. Bursa utama di Frankfurt, Paris, dan Milan mencatat penguatan, meskipun indeks FTSE 100 Inggris justru melemah 1,4%, berlawanan dengan tren regional.
Pasar global sebelumnya terguncang pada Senin setelah gencatan senjata yang rapuh antara AS dan Iran terancam runtuh. Serangan drone dan rudal Iran terhadap Uni Emirat Arab, serta tindakan militer AS yang menenggelamkan kapal Iran di Selat Hormuz, memperburuk kekhawatiran investor.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Iran dalam wawancara dengan Fox News bahwa negara itu akan “dihapus dari muka bumi” jika menyerang kapal AS yang melindungi jalur pelayaran komersial. Trump juga menyebut kapal kargo Korea Selatan menjadi sasaran serangan Iran, seraya mengisyaratkan keterlibatan lebih luas dalam konflik tersebut.
Baca Juga
Iran Serang Kapal dan Fasilitas UEA, AS Mulai Jalankan “Project Freedom”
Kekhawatiran bahwa perang akan berlangsung lebih lama memicu penurunan tajam pasar saham dan lonjakan harga minyak pada awal pekan, meskipun harga minyak mulai terkoreksi pada Selasa.
Dari sisi korporasi, Vodafone mengumumkan akan mengambil alih penuh joint venture VodafoneThree setelah membeli saham milik konglomerat Hong Kong CK Hutchison senilai £4,3 miliar. Meski demikian, saham Vodafone justru ditutup turun 2,2%.
Sementara itu, bank Italia UniCredit melaporkan kinerja kuartal pertama yang kuat dengan laba bersih naik 16,1% secara tahunan menjadi 3,2 miliar euro, melampaui ekspektasi analis. Sahamnya melonjak hampir 5,9%.
Perusahaan pertahanan Jerman Rheinmetall juga mencatat kenaikan saham 3,4% meskipun pendapatan kuartal pertama sedikit di bawah ekspektasi pasar. Di sisi lain, HSBC melaporkan laba sebelum pajak sebesar US$9,4 miliar, sedikit di bawah proyeksi analis.

