Rosan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan Masyarakat Ekonomi Syariah
JAKARTA, investortrust.id – Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) resmi menetapkan Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM yang juga CEO Danantara Rosan Roeslani sebagai ketua umum MES. Sementara Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono, ditetapkan sebagai ketua Harian MES.
Dalam sambutannya, Ketua Umum MES Rosan Roeslani menekankan pentingnya membumikan program agar manfaatnya lebih dirasakan masyarakat.
Baca Juga
OJK Catat Kinerja Industri Keuangan Syariah Nasional Tetap Solid hingga November 2025
“Bagaimana kita membumikan program kita sehingga lebih dirasakan manfaatnya,” ujarnya di Jakarta, Minggu (11/1/2025).
Rosan juga menyinggung inisiatif pembangunan kampung haji yang digagas bersama pemerintah. Program ini menjadi salah satu upaya nyata pemerintah untuk memastikan kualitas layanan ibadah haji khususnya dari Indonesia dapat lebih baik.
"Ini langkah konkret dan positif yang bisa sangat bersinergi dengan MES. Insyaallah tahun ini di kuartal IV akan kita mulai pembangunannya,” kata Rosan.
Rosan menutup sambutannya dengan doa dan harapan agar kepengurusan baru MES dapat membawa berkah dan kemajuan bagi organisasi. Ia berharap dukungan dan sinergisitas dengan berbagai pihak agar berbagai program strategis pemerintah ataupun program prioritas dari MES dapat terlaksana dengan baik.
"Tentunya bagaimana tugas dan tanggung jawab ini bisa dijalankan dengan baik yaitu dengan bersama-sama. Tidak mungkin bisa dikerjakan kalau kita kerja sendiri-sendiri. Mohon bantuannya, mohon masukannya,” tutur Rosan.
Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) ke-13 RI Ma’ruf Amin memberikan refleksi atas perjalanan ekonomi syariah di Indonesia. Sejak berdirinya MES, terdapat dua sasaran utama yang ingin dikembangkan, yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat.
"Selama kurang lebih 25 tahun, gerakan ini sudah menghasilkan berbagai regulasi, institusi, dan capaian. Bahkan posisi ekonomi syariah dunia kita sudah nomor 3, dari sebelumnya di posisi 18,” ungkapnya.
Ma’ruf Amin menegaskan target ke depan MES adalah meningkatkan market share ekonomi syariah di atas 50% atau dengan istilah lainnya mensyariahkan ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, satu dari dua target tersebut telah tercapai, yaitu memasyarakatkan ekonomi syariah. Namun, saat ini belum mampu mensyariahkan ekonomi masyarakat.
"Capaian kita di sektor keuangan baru 30% (mensyariahkan ekonomi). Oleh karena itu, sasaran kita ke depan adalah mensyariahkan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ma'ruf Amin optimistis ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan baru sekaligus amal saleh bagi seluruh insan yang terlibat di dalamnya, terutama kepada seluruh pengurus organisasi MES. Ma'ruf Amin berharap keberadaan MES dapat benar-benar menjadi pilar bagi peningkatan ekonomi nasional.
"Selamat berjuang, mudah-mudahan periode 25 tahun ke depan target mensyariahkan ekonomi masyarakat bisa berjalan dengan baik,” katanya.
Sementara itu Menkop Ferry Juliantono, menegaskan kepengurusan baru yang terbentuk diharapkan dapat memajukan MES ke depan. Ia juga menyatakan pemerintah berkomitmen meningkatkan sinergi dengan berbagai pihak khususnya koperasi dengan MES untuk terus mendorong peran koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional.
"Munas VII Masyarakat Ekonomi Syariah ini kami nilai sebagai momentum strategis untuk merumuskan arah kebijakan dan program yang berkelanjutan serta inklusif," kata Menkop Ferry.
Ia menambahkan saat ini sudah banyak contoh dan praktik baik dari koperasi-koperasi berbasis syariah yang sukses mengembangkan ekosistem bisnisnya sehingga dapat menjadi tumpuan bagi pengembengan ekonomi masyarakat. Sebagai contoh Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Ciwidey Bandung yang sukses mengembangkan ekosistem bisnis di sektor pertanian.
"Saat ini juga banyak dari Koperasi Pondok Pesantren yang kita minta untuk menjadi kakak asuh bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk memastikan program prioritas pemerintah dapat berjalan dengan baik," ucapnya.
Munas VII tersebut digelar di Ballroom Menara BRIlian, Jakarta, Minggu (11/1/2026). Munas ini dihadiri Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Dewan Pembina MES, KH Ma’ruf Amin. Hadir juga sejumlah tokoh penting, antara lain Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Dewan Pengawas Danantara Erick Thohir, Wakil Ketua Dewan Pengawas BPI Danantara Mualiman Darmansyah Hadad, serta Ketua Pelaksana Munas VII MES La Nyala Mataliti.
Baca Juga
Indef: Zakat Profesi Kreator Digital Jadi Peluang Baru Ekonomi Syariah 2026
Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 1 Muharram 1422 H atau bertepatan dengan 26 Maret 2001. MES didirikan dengan tujuan membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi berkeadilan dan sesuai prinsip syariah.
Organisasi ini bersifat mandiri, bukan bagian dari pemerintah maupun politik, dan berperan sebagai wadah inklusif untuk menghimpun seluruh sumber daya dalam rangka membangun ekonomi syariah.

