Perkuat Mitigasi Risiko, Kualitas Aset BNI Tetap Solid di Tengah Tantangan Bisnis Segmen Konsumer
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah berbagai tantangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI (BBNI) tetap mampu menjaga kualitas aset yang solid. Per Juni 2025, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross berada di level 1,9%, sementara loan at risk (LaR) membaik menjadi 11% dari 12,3% di periode yang sama 2024.
“Hal ini menghasilkan cost of credit dapat dijaga di level 1%,” ujar Direktur Finance & Strategy BNI Hussein Paolo Kartadjoemena, dalam Press Conference Public Expose Kinerja Semester I 2025 yang digelar oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/9/2025).
Hasil tersebut, menurutnya, mencerminkan penerapan disiplin secara baik yang dilakukan BNI dalam mengelola manajemen risiko.
Baca Juga
Paolo mengaku, tantangan di segmen konsumer cukup terasa di industri perbankan saat ini. Namun, ia mengatakan tidak ada eksposur signifikan yang mengalami penurunan kualitas.
”Sektor berisiko dimitigasi melalui restru serta penguatan monitoring,” katanya.
Baca Juga
Likuiditas Ketat, BNI Genjot CASA Transaksional untuk Jaga Efisiensi
Terlepas dari itu, BNI sukses menyalurkan kredit sebesar Rp 778,7 triliun per Juni 2025, atau tumbuh 7,1% secara year on year (yoy). Capaian ini didukung oleh diversifikasi portofolio yang terlihat dari kontribusi berbagai segmen, mulai dari korporasi, konsumer, komersial, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Kredit di segmen korporasi dan konsumer masih menjadi kontributor utama pertumbuhan. Untuk kredit korporasi naik 10,4% (yoy) menjadi Rp 435,8 triliun per Juni 2025, didorong pembiayaan kepada swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan institusi pemerintah.
Sedangkan untuk kredit konsumer tumbuh 10,7% (yoy) menjadi Rp 147 triliun, terutama dari personal loan yang meningkat 11,7% (yoy) dan kredit pemilikan rumah (KPR) yang naik 9,9% (yoy).

