Kredit UMKM Sumbang 29% dari Portofolio Pembiayaan SMBC Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT SMBC Indonesia Tbk (BTPN) Henoch Munandar mengungkapkan porsi kredit dari segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah menyumbang hingga 29% dari total pembiayaan perseroan.
Mengacu pada laporan keuangan semester I 2025, SMBC Indonesia menyalurkan kredit sebesar Rp 185,04 triliun, meningkat 5% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 176,25 triliun. Perseroan mencatat, pendorong terbesar pertumbuhan berasal dari kredit ritel yang naik 25% secara tahunan. Jika dirinci, kontribusi joint finance melesat 156%, Jenius (di luar Digital Micro) sebesar 15%, kredit mikro tumbuh 21%, dan Grup OTO naik 7%.
“Sekarang kami secara rasio sudah mendekati 29%, karena kami juga dapat perhitungan dari kredit pensiun, dan small micro enterprise (SME) kita juga berkembang cukup baik. Tahun ini agak sedikit menurun, tapi secara persentase selama 2–3 tahun terakhir kita bisa tumbuh cukup 2 digit untuk SME ya,” ujar Henoch saat ditemui di Kantor SMBC, Jakarta, Rabu, (27/8/2025).
Henoch menambahkan, strategi pembiayaan UMKM SMBC Indonesia bertumpu pada ekosistem supply chain dari jaringan korporasi yang dimiliki. "Sampai ke supplier atau buyer yang dikategorikan sebagai UKM atau UMKM. Nah itu kita coba linkan dengan membawa supply chain tersebut sehingga pembiayaan kita lebih terarah,” lanjutnya.
Baca Juga
SMBC Indonesia Gelar Daya Fest 2025, Dorong UMKM Kreatif dan Keberlanjutan
Selain fokus pada ekosistem, SMBC Indonesia juga memperkuat literasi keuangan melalui program Daya yang terdiri dari empat pilar, salah satunya edukasi finansial.
"Kita siapkan sebenarnya program Daya, Daya itu terdiri di empat pilar, ssalah satunya adalah financial literacy. Nah ini merupakan kerj asama dan juga menjadi saya rasa salah satu program OJK ya. Financial literacy itu luas. Untuk kalangan muda, pengusaha, dan juga menghindari penipuan-penipuan, scam. Itu menunjukkan bahwa financial literacy masih perlu disosialisasikan ke masyarakat,” jelas Henoch.
Di sisi lain, perbankan digital SMBC Indonesia, Jenius juga mencatat kinerja positif. Sepanjang kuartal II 2025, Jenius menyalurkan kredit sebesar Rp 3,5 triliun, tumbuh 13% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Sampai dengan Juni 2025, penyaluran kredit tumbuh 13% secara tahunan mencapai Rp 3,5 triliun,” kata Communication and Daya Head SMBC Indonesia, Andrie Darusman.

