Premi Bruto AIA Terkontraksi 6,4% Jadi Rp 8,36 Triliun per November 2024
JAKARTA, investortrust.id - Di penghujung 2024 menjadi masa yang menantang bagi PT AIA Financial (AIA). Pasalnya, perusahaan asuransi jiwa ini mencatatkan pertumbuhan premi yang negatif 6,40%, dari Rp 8,94 triliun pada November 2023 menjadi Rp 8,36 triliun di periode yang sama 2024.
Jika melirik laporan keuangan publikasi keuangan di website, Jumat (3/1/2025), turunnya premi membuat jumlah pendapatan AIA sebesar Rp 9,37 triliun pada November 2024 atau terkontraksi 17,77% dibanding periode yang sama 2023 yaitu Rp 11,39 triliun.
Penurunan tersebut membuat laba rugi sebelum pajak perusahaan asuransi jiwa ini juga ikut tumbuh negatif 21,26% dari Rp 1,90 triliun pada November 2024 menjadi Rp 1,49 triliun di periode yang sama tahun lalu.
Untuk hasil investasi, tercatat Rp 1,17 triliun per November 2024, turun drastis sebesar 55,51% dibanding periode yang sama 2023 yang tercatat Rp 2,64 triliun. Sejalan dengan turunnya hasil investasi, jumlah investasi perusahaan juga tercatat tumbuh negatif.
Baca Juga
Sejumlah Risiko ini Disebut Jadi Tantangan Perusahaan Asuransi di 2025
Per November 2024, jumlah investasi AIA tercatat Rp 34,55 triliun, dibanding periode yang sama 2023 sebesar Rp 37,78 triliun, yang artinya menurun 8,55% (yoy). Dengan porsi penempatan investasi paling banyak di surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI, diikuti saham, obligasi korporasi, reksa dana.
Instrumen investasi selanjutnya yaitu deposito berjangka, investasi lain, surat berharga yang diterbitkan Bank Indonesia, serta pinjaman polis.
Baca Juga
OJK Optimistis Lini Asuransi Kredit Capai Titik Keseimbangan Baru di 2025
Sementara itu, jumlah beban klaim dan manfaat menurun 20,10% dari Rp 10,88 triliun per November 2023 menjadi Rp 8,69 triliun di periode yang sama 2024. Penurunan jumlah klaim dan manfaat tersebut utamanya didorong oleh menyusutnya klaim penebusan unit sebesar 31,89% secara year on year (yoy) menjadi Rp 4,92 triliun.
Dari sisi rasio solvabilitas yang tercermin dari risk based capital (RBC) AIA berada di level 426% per November 2024, menurun dibandingkan periode yang sama 2023 yaitu 549%. Namun begitu, masih jauh berada diambang batas minimum yang ditentukan regulator yakni 120%.

