Bank Mega Syariah Beberkan Tantangan Pembiayaan Konsumer Tahun 2024, Apa Itu?
JAKARTA, investortrust.id - Financing Business Division Head Bank Mega Syariah, Raksa Jatnika Budi mengungkapkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi dalam menyalurkan pembiayaan segmen konsumer di tahun ini, beberapa diantaranya terkait digitalisasi dan literasi syariah.
“Tahun ini pembiayaan konsumer tantangannya selain digitalisasi yang semakin luar biasa, kompetitornya juga berasal dari kembaga keuangan non bank lainnya seperti fintech (financial technology) yang punya skema pembiayaan serupa,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust.id, di Jakarta, Senin (26/2/2024).
Karena menurutnya, perusahaan fintech saat ini unggul dari sisi proses yang mudah dan kecepatan. Masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pinjaman dengan syarat yang mudah dan tidak perlu waktu yang lama.
Baca Juga
“Walaupun dari sisi sizing bank punya plafon yang lebih tinggi, cuman kan karena bank regulatory betul-betul harus diikuti jadi persyaratan jadi lebih banyak, sementara simplifikasi ada di teman-teman fintech,” kata Raksa.
Tantangan selanjutnya, terang Raksa, terkait literasi perbankan syariah itu sendiri. Masih banyak PR yang mesti dibenahi oleh industri perbankan syariah khususnya terkait literasi dan edukasi mengenai syariah kepada masyarakat.
Baca Juga
Bank Mega Syariah Bidik Transaksi QRIS Rp 100 Miliar Tahun Ini
Karena, belum semua muslim di Indonesia sudah teredukasi dengan baik mengenai akad-akad sesuai syariat yang ada di perbankan syariah.
“Yang kedua di syariah, syariah itu kembali lagi underline nya harus ada transaksinya jual beli barangnya harus ada. Berbeda dengan meminjamkan uang yang ada di bank konven,” pungkas Raksa.

