Begini Jurus Bank Mandiri Hadapi Tren Suku Bunga Tinggi dan Pelemahan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menyatakan, saat ini industri perbankan dihadapkan pada tantangan yang tidak mudah. Mulai dari kondisi era suku bunga tinggi hingga pelemahan kurs rupiah, yang secara langsung maupun tidak mempengaruhi likuiditas perbankan sehingga berdampak pada biaya dana atau cost of fund.
“Saat ini tingkat cost of fund industri perbankan berada di level rata-rata 2,83%, meningkat 50 basis poin secara year on year (yoy),” ujarnya, dalam paparan kinerja semester I 2024 Bank Mandiri secara virtual, Rabu (31/7/2024).
Sementara di Bank Mandiri, lanjut Darmawan, cost of fund berhasil dijaga pada level 2,08% atau tetap berada di bawah level industri secara umum. Dalam menjaga profitabilitas di tengah tantangan, pihaknya berupaya menjaga cost of fund dengan mendorong pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) transaksional melalui super apps Livin dan Kopra.
Baca Juga
Melesat di Paruh Pertama 2024, Bank Mandiri Revisi ke Atas Target Kredit Jadi 15-18% di Tahun Ini
“Sehingga NIM (net interest margin) Bank mandiri sampai dengan semester satu ini pun tetap terjaga berada di level yang optimal,” katanya.
Selain itu, kata dia, Bank Mandiri juga berupaya untuk mengoptimalkan komposisi portofolio agar profitabilitas tetap terjaga, salah satunya dengan mendorong pertumbuhan pada segmen yang memberikan imbal hasil tinggi atau higher yield segments.
“Dari sisi gross strategy, kami tetap melanjutkan strategi yaitu fokus untuk meningkatkan dominasi di bisnis nasabah principal atau wholesale dan tumbuh berdasarkan ekosistem driven growth maupun sektor unggulan di wilayah untuk segmen ritel,” ucap Darmawan.
Baca Juga
Laba Bersih Bank Mandiri Rp 26,6 triliun, Kredit Tembus Rp 1.532 Triliun
Sedangkan dari penghimpunan dana masyarakat, lanjutnya, Bank Mandiri terus berfokus untuk menjadi partner finansial nasabah dengan menyediakan solusi yang komprehensif melalui digital platform yang telah dimiliki, serta memanfaatkan jaringan Bank Mandiri yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Dengan dukungan teknologi sehingga semua services kita bisa diakses di seluruh Indonesia, sepanjang memang sudah ada internet on connection,” ujar Darmawan.

